Odin Bar 5 Kali Langgar Prokes, Ariza: Kami Beri Sanksi, Tak Ada Bekingan Siapa pun!

Antara, · Rabu 03 Maret 2021 05:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 338 2371260 odin-bar-5-kali-langgar-prokes-ariza-kami-beri-sanksi-tak-ada-bekingan-siapa-pun-6jWeOdkmY4.jpg Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)

JAKARTA - Diketahui telah lima kali melanggar protokol kesehatan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan kesiapannya untuk memberi sanksi tegas terhadap kafe Odin Bar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tanpa pandang bulu.

"Laporkan pada kami, nanti kami beri sanksi. Mau Odin, mau segala macam, enggak ada bekingan siapa pun, yang tidak patuh laporkan. Lima kali kapan saja nanti akan saya panggil Satpol PP," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa 2 Maret 2021.

Odin Bar diketahui telah lima kali melanggar protokol kesehatan. Saat pelanggaran keempat pada Jumat malam 23 Januari, Satuan Polisi Pamong Praja mengancam bakal mencabut izin operasional kafe tersebut.

Baca Juga:  Setahun Covid-19, Wagub DKI: Alhamdulillah Pandemi di Jakarta Terkendali

Kala itu, Odin Bar kedapatan melanggar aturan jam operasional selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saat razia gabungan malam itu, Kepala Satpol PP DKI Arifin mengatakan Odin Bar kedapatan masih beroperasi hingga pukul 22.00 WIB. Padahal, selama pengetatan seluruh usaha nonesensial hanya diperbolehkan buka hingga pukul 19.00 WIB.

Satpol PP bersama polisi saat itu memasang garis polisi dan menyegel Odin Bar. Adapun pelanggaran kelima terjadi saat razia gabungan pada Minggu 7 Februari lalu. Saat itu, puluhan pengunjung kedapatan berkumpul dalam satu ruangan di Odin Cafe.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada awal Februari lalu juga telah mendesak pemerintah provinsi untuk mencabut izin usaha Odin Bar. Alasannya, tempat itu sudah berkali-kali kedapatan melanggar protokol kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Riza kembali mengingatkan kepada pelaku usaha kafe, restoran, ataupun rumah makan untuk mengikuti ketentuan pemerintah yang hanya mengizinkan operasional sampai pukul 21.00 WIB dan membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 orang.

Baca Juga:  Wagub DKI Sebut Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Jakarta Baru 63,5%

Jangan lagi, lanjut Riza, ada usaha mengecoh petugas dengan berpura-pura tutup. Namun, dari tengah malam sampai dini hari, rupanya mereka kembali beroperasi secara terselubung. Kemudian, kendaraan pengunjung disembunyikan di areal parkir di tempat lain. Kemudian lampu bagian depan gedung dimatikan seolah-olah mereka tidak ada aktivitas.

"Jangan lagi menyiasati atau mengakali petugas. Memang ada beberapa kafe ternyata setelah jam 21 malam tutup, tapi beberapa jam kemudian buka dengan cara lampu-lampu di luarnya dimatikan dan sebagainya. Kemudian, pengunjung beberapa juga sudah tahu, bahwa nanti setelah 1-3 jam (dini hari) dibuka kembali. Nah, itu tidak kami perkenankan dan apabila kami temukan akan kami berikan sanksi lebih berat dari biasanya," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta bakal langsung mencabut izin operasional tempat pariwisata termasuk kafe atau restoran bila ditemukan pelanggaran terhadap tiga kasus, yaitu perjudian, prostitusi dan penyalahgunaan narkoba.

Hal itu telah tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Sementara saat PSBB ketat ini atau PPKM Mikro, aturannya bertambah dengan Pegub Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19, yang mengamanatkan jika telah lima kali melakukan pelanggaran protokol kesehatan, maka akan dikenakan pencabutan izin.

Terakhir yang kedapatan melanggar peraturan protokol ini, adalah kafe RM dan kafe Brotherhood. Sementara kafe Brotherhood diberi sanksi penutupan usaha sementara, kafe RM dicabut izinnya karena berulang kali melakukan pelanggaran.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini