Tilang Elektronik Diterapkan di Kabupaten Bekasi Pertengahan Maret

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Kamis 04 Maret 2021 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 338 2372037 tilang-elektronik-diterapkan-di-kabupaten-bekasi-pertengahan-maret-1DRkEojPKP.jpg Pemasangan E-TLE (Foto: Abdullah M Surjaya)

BEKASI – Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi akan menerapkan sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) pada pertengahan Maret 2021. Adapun titik lokasi tilang elektronik itu berada di Simpang Grosir Cikarang (SGC), Kabupaten Bekasi.

”Mulai kita terapkan pertengahan bulan ini, di mana salah satunya adalah penegakan hukum yang transparan di bidang lalu lintas,” kata Kasat Lalu Lintas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, Ojo Ruslani, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga:  Kapolri Targetkan 10 Polda Terapkan Tilang ETLE dalam 100 Hari Kerja

Penerapan E-TLE ini dalam rangka menjalankan program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebagai permulaan akan memasang kamera E-TLE di perempatan Jalan RE Martadinata tepatnya depan perempatan SGC.

Di titik tersebut akan dipasang kamera yang dapat merekam kendaraan melakukan pelanggaran. ”Lokasi itu jadi titik sentral arus lalu lintas kendaraan, sehingga dijadikan awal penerapan sebelum nanti diterapkan dititik lain,” ungkapnya.

Adapun sejumlah pelanggaran yang dapat direkam kamera E-TLE adalah pelanggaran marka jalan, penggunaan handphone saat mengemudi, safety belt, dan lainnya. Saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait pemberlakuan tilang elektronik tersebut. Proses pemasangan juga akan diselesaikan dalam waktu dekat ini.

”Tadi malam sudah mulai proses pemasangan alat-alatnya, nanti akan disetting jaringan dan lainnya. Ya dalam waktu 2-3 akan selesai untuk nanti persiapan penerapan pada pertengahan Maret,” ucapnya.

Baca Juga:  Kapolri Hapus Tilang di Jalan, Langgar Lalu Lintas Akan Diblokir dan Tak Bisa Perpanjang Pajak

Untuk itu, pemberlakukan tilang elektronik ini akan membuat masyarakat meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas sehingga menurunkan tingkat pelanggaran lalu lintas.

Apalagi, kamera ini akan beroperasi selama 24 jam dan berharap program ini berjalan dengan baik. ”Seluruh masyarakat harus mendukungnya serta menjaga karena ini bagian dari upaya transparansi Polri. Sebelumnya juga pemerintah telah melakukan uji coba pada tahun sebelumnya, dan penerapanya akan dilakukan bulan ini,” tegasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini