Vaksinasi Covid-19 untuk Sopir dan Ojek di Tangerang Sepi

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 04 Maret 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 338 2372193 vaksinasi-covid-19-untuk-sopir-dan-ojek-di-tangerang-sepi-LSEZ5psydY.jpg Vaksin Covid-19 di Tangerang, Banten (Foto: Isty Maulidya)

TANGERANG - Pemberitahuan vaksin Covid-19 untuk pekerja transportasi di Kota Tangerang dilakukan pada Kamis (4/3/2021) dan berpusat di Terminal Poris Plawad. Pantauan di lapangan sejak pukul 09.00 WIB, lokasi vaksinasi justru sepi dan tidak terlihat adanya antrean panjang.

Hal ini diduga disebabkan karena banyak sopir dan pengemudi yang tidak ikut dalam pemberian vaksin ini.

Baca Juga:  RSD Wisma Atlet Pulangkan 63.680 Pasien Sembuh Covid-19

Salah seorang sopir bus antarkota, Biduri mengaku dia tidak ikut divaksin karena merasa sudah sehat. Menurutnya, selama ini sudah menerapkan pola hidup yang sehat sehingga tidak mudah sakit.

"Untuk apa ikut vaksin kalau sudah sehat kan tidak usah vaksin, setiap hari sudah olahraga banyak di rumah, sudah sehat ngapain vaksin lagi," ungkapnya saat ditemui di Terminal Poris Plawad.

Biduri menambahkan, masih banyak sopir bus lain yang tidak ikut vaksinasi kali ini. Sopir lainnya juga beralasan sudah sehat sehingga tidak perlu mendapat vaksin.

"Sopir lain juga banyak yang tidak ikut vaksin, pada sehat kok ngapain ikut vaksin," ujar Biduri.

Hal serupa juga diungkapkan Asmael, dirinya mengaku tidak perlu vaksinasi Covid-19. Alasannya pun sama, dia menganggap bahwa dirinya sudah sehat dan sudah menerapkan pola hidup yang sehat sehingga tidak mudah sakit.

"Saya sudah sehat, jadi gak usah vaksin. Selama ini sudah sehat," ujarnya.

 Baca Juga:  Varian Baru Virus Corona Masuk Indonesia, DPR Pertanyakan Pengawasan di Bandara

Sementara itu Kabid Kesehatan Masyarakat, Televisianingsih Dwi Kentjana mengatakan pihaknya saat ini tetap melakukan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 adalah untuk kepentingan masyarakat sendiri. Sopir yang menolak vaksin juga akan diedukasi karena hal ini untuk kepentingan mereka sendiri.

"Kalau ada yang menolak akan kami edukasi terus, dan ditanyakan kenapa menolak jadi kita edukasi vaksin ini sangat bermanfaat bagi mereka sehingga mereka punya daya tahan tubuh yang kuat dan tidak menjadikan mereka sumber penularan Covid-19," ujar Televisianingsih.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang sendiri menargetkan ada 1.000 pekerja transportasi mulai dari sopir angkot, sopir bus, bahkan pengemudi ojek online dan ojek pangkalan. Sementara itu, diketahui bahwa sampai saat ini sudah hampir 20.000 pekerja publik yang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama, dan untuk tahap selanjutnya akan diberikan untuk masyarakat umum.

"Target kita hari ini ada 1000 pekerja transportasi yang divaksin, kalau pekerja publik sudah dapat vaksin semua baru setelahnya masyarakat umum yang divaksin," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini