Anggota Geng Motor Pembacok Polisi Sering Bikin Ulah demi Dianggap Jagoan

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Kamis 04 Maret 2021 23:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 338 2372574 anggota-geng-motor-pembacok-polisi-sering-bikin-ulah-demi-dianggap-jagoan-Yzr8WxtUgJ.jpg Foto: Okto Rizki.

JAKARTA - Polisi menangkap dua orang anggota geng motor ‘Enjoi MBR 86’ karena nekat menganiyaya anggota Polsek Metro Menteng Aiptu Dwi Handoko, beberapa waktu lalu. Kedua pelaku, RA (22) dan L (21) pun akhirnya menyandang status sebagai tersangka. 

Kapolsek Metro Menteng AKBP Iver Son Manossoh menjelaskan, saat melakukan penganiyaan, keduanya dalam kondisi mabuk. Sebelum beraksi, anggota geng itu terlebih dahulu berkumpul di gudang tua di Muara Baru.

"Di sana mereka minum miras, mereka konsumsi sehingga sebelum melakukan aksi mereka menjadi bertambah berani," jelas Iver di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2021). 

Iver melanjutkan, kedua pelaku yang berprofesi sebagai satpam dan pekerja harian ini juga merekam aksi mereka di media sosial. 

"Iya untuk mencari eksistensi saja dan supaya dianggap jagoan," jelas Iver. 

Senjata pun mereka beli di pengrajin sajam dengan harga cukup mahal. "Mereka beli di salah satu pengrajin sajam di wilayah Senen, mereka mengakui harganya Rp350 ribu," ungkap Iver.

Iver mengungkap kronologi penganiayaan tersebut. "Setelah sebelumnya mereka janjian di medsos, mancing-macing lah, kirim video ajakan untuk aksi. Enggak berapa lama, datanglah mereka ke wilayah Menteng RW 03," kata Iver.

Baca juga: Bubarkan Kerumunan, Anggota Polisi Dibacok Geng Motor

Awalnya, saat berada di sekitar Jalan Proklamasi, geng motor itu mulai berulah dengan cara memukul-mukul tiang listrik. Bahkan terjadi aksi pelemparan batu.

Di saat yang bersamaan, anggota Polsek Menteng sedang melakukan patroli rutin yang tujuannya untuk mencegah aksi tawuran.  Anggota kemudian mendapat laporan dari warga ihwal keributan yang dibuat oleh geng motor itu.

Iver menyebut, korban bersama anggota yang lain langsung mencoba melerai geng motor. Saat itu, pelaku RD tengah memegang senjata tajam berupa celurit. 

Baca juga: Sekuriti Bonyok Dikeroyok Geng Motor di Tangsel, Polisi Periksa 2 Saksi

Saat aparat tiba, geng motor itu mencoba untuk melarikan diri. Namun, mereka tak punya pilihan lain, selain melaju ke arah petugas.

"Jadi dia karena pengen lolos, dia dengan kecepatan tinggi ke arah Pak Dwi (korban). Nah Pak Dwi itu sebetulnya mengamankan senjata tajam yang dibawa oleh si RD ini," tutur Iver.

Meski terluka, namun korban berhasil merebut dan mengamankan senjata tajam tersebut. Setelahnya, pelaku pun langsung melarikan diri.

Di sisi lain, Iver menyampaikan bahwa geng motor itu memang kerap mencari musuh dan mengunggah video aksi kekerasannya di media sosial. Motifnya ingin dianggap jagoan.

Dalam kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yaitu 1 unit sepeda motor, 1 buah senjata tajam jenis celurit, hingga 1 buah celana jeans yang dipakai pelaku.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 170 KUHP. Ancaman hukuman 10 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini