Wagub DKI Ungkap 2 Hambatan Pembebasan Lahan untuk Atasi Banjir

Antara, · Sabtu 06 Maret 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 338 2373333 wagub-dki-ungkap-2-hambatan-pembebasan-lahan-untuk-atasi-banjir-OQQQ0OcReH.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto : Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengungkapkan terdapat dua hambatan utama dalam membebaskan lahan guna menormalisasi sungai sebagai langkah mengatasi banjir.

"Satu, masalahnya banyak yang bersengketa, masih di pengadilan," kata Ahmad Riza Patria di Jakarta, Jumat (5/3/2021) malam.

Karena itu, Pemprov DKI membutuhkan waktu menunggu proses sengketa lahan bisa diselesaikan terlebih dahulu, sebelum membebaskan lahan.

Ia melanjutkan, hambatan kedua adalah terbatasnya anggaran untuk membebaskan lahan di wilayah DKI Jakarta.

"Kedua masalah anggaranny. Kami kan punya keterbatasan," ucapnya.

Riza pun menjelaskan, Pemprov DKI sudah menganggarkan sampai 2024 sekitar Rp5 triliun untuk pembebasan lahan bagi pekerjaan normalisasi di aliran Sungai Ciliwung.

Apabila dibandingkan daerah lain, lanjut dia, anggaran tersebut jauh lebih besar.

Ia pun mencontohkan pembebasan lahan dan waduk di Ciawi dan Sukabumi, Jawa Barat, yang menelan sekitar Rp1,3 triliun, namun sudah mendapatkan waduk berkapasitas besar.

"Angka sebesar itu buat pembebasan lahan di Jakarta tidak cukup. Kami anggarkan sampai 2024 tidak kurang Rp5 triliun untuk pembebasan lahan saja. Untuk normalisasi, belum yang lain-lain. Itu pun baru Ciliwung, belum sungai lain," katanya.

Sementara itu, anggaran yang dibutuhkan guna membuat konstruksi di aliran sungai atau "sheet pile" jauh lebih murah yang diperkirakan mencapai sekitar Rp370 miliar.

Ia menargetkan hingga 2022, pembebasan lahan di aliran Sungai Ciliwung sudah bisa dirampungkan dan memerlukan dukungan dari DPRD DKI dan Pemerintah Pusat.

Namun, ia belum merinci daerah mana yang akan dilakukan pembebasan lahan untuk mengatasi banjir karena memerlukan beberapa tahapan.

Adapun beberapa aliran sungai yang menjadi perhatian misalnya Kali Pesanggrahan, Sunter, Angke, atau Ciliwung.

Baca Juga : Hancur Diterjang Banjir, Warga Minta Jembatan di Cipinang Melayu Diperbaiki

"Semua tentu ada tahapannya, menjadi perhatian, tapi ada prioritasnya," katanya.

Riza menambahkan tahun lalu, pembebasan lahan sekitar 7,6 kilometer atau sekitar 3 kilometer untuk masing-masing sisi kanan dan kiri Sungai Ciliwung sudah dirampungkan.

Sehingga pengerjaan untuk pemasangan "sheet pile" sudah bisa dilakukan yang diharapkan rampung akhir 2021.

Dengan begitu, diperkirakan pembebasan lahan di Ciliwung yang belum terealisasi mencapai sekitar 10 kilometer.

Baca Juga : Wagub DKI: Main Skateboard Jangan di Trotoar!

Ia menambahkan alokasi anggaran untuk penanganan banjir di DKI Jakarta tiap tahun terbilang besar yang berkisar 20 persen dari belanja modal, atau sekitar Rp2 triliun dari belanja modal mencapai Rp9-10 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini