Share

Pemprov DKI Perpanjang PPKM Mikro hingga 22 Maret 2021

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 08 Maret 2021 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 338 2374450 pemprov-dki-perpanjang-ppkm-mikro-hingga-22-maret-2021-ilJelDCUHZ.jpg

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 22 Maret 2021.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 213 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah. Perpanjangan PPKM Mikro ini dilakukan untuk menghadapi libur panjang hari keagamaan Isra' Mi'raj dan Hari Raya Nyepi.

Kepala Dinkes Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, ada penurunan jumlah kasus aktif per tanggal 21 Februari 2021 sebesar 13.309, sedangkan pada 7 Maret turun menjadi 7.209 kasus dengan reproduction rate yang menurun dari 1.04 (16 Februari) menjadi 1.02 (6 Maret).

Baca juga: Terbukti Turunkan Kasus Aktif, Airlangga: PPKM Mikro Ini Dibarengi dengan Vaksinasi

Sementara itu, positivity rate juga berkurang dari 18 % pada bulan Februari menjadi 11.6% pada bulan Maret.

Baca juga: Jakarta Bebas Zona Merah Covid-19, Keterisian Rumah Sakit Terus Menurun

“Penurunan kasus aktif ini adalah hasil dari kerja keras kita bersama, dengan mengupayakan meningkatkan angka kesembuhan," kata Widyastuti dalam keterangannya, Senin (8/3/2021).

Angka kesembuhan Covid-19 di DKI per tanggal 21 Februari 2021 sebesar 310.412 dengan persentase 94,5 %. Sementara per 7 Maret angka kesembuhan meningkat sebesar 337.426 dengan tingkat kesembuhan 96,3 %.

"Hingga kini, total 5.790 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 %, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%," ujar Widyastuti.

Melihat data tersebut, Pemprov DKI bisa mengurangi angka penggunaan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian, baik itu tempat tidur isolasi maupun ICU.

Hal ini juga menjelaskan bahwa kinerja pemerintah dalam mengatur ketersediaan fasilitas kesehatan untuk menanggulangi kasus aktif berjalan dengan efektif, seiring dengan upaya meningkatkan tingkat kesembuhan pasien.

“Ada penurunan yang cukup signifikan pada keterisian tempat tidur isolasi per tanggal 21 Februari 2021, di mana kapasitas tempat tidur ditambah menjadi 8.321 tempat tidur dan terisi 5.461 tempat tidur," lanjut dia.

"Sedangkan per 7 Maret 2021, jumlah yang terpakai hanya 4.922 tempat tidur atau 60% dari jumlah yang ada, sehingga turun menjadi 6%. Sementara itu kapasitas ICU juga mengalami penurunan, pada 21 Februari 2021 kapasitas ICU sebesar 1.156, terisi 817 atau 71%, sedangkan per tanggal 7 Maret terisi sebesar 755 atau sebesar 66% yang terpakai," tambah Widyastuti.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini