DKI Perpanjang PPKM Mikro, Anies: Isra Mikraj & Nyepi di Rumah Saja

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 08 Maret 2021 19:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 338 2374475 dki-perpanjang-ppkm-mikro-anies-isra-mikraj-nyepi-di-rumah-saja-klr5LkKryr.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau seluruh warga untuk tetap berada di rumah setelah pihaknya memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 22 Maret 2021.

Anies meminta warga Ibu Kota menahan diri untuk tidak berpergian keluar kota, terutama saat libur panjang akhir pekan.

Baca juga: PPKM Mikro di 23.000 Desa, Hasilnya Bagaimana?

"Dari pertengahan Minggu ini hingga akhir pekan, kita ada libur panjang perayaan keagamaan, yakni Isra Mikraj dan Nyepi. Sebaiknya, kita semua jangan bepergian keluar kota, tahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian, dan sebisanya di rumah saja bila tidak ada keperluan esensial," kata Anies dalam keterangannya, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Pemprov DKI Perpanjang PPKM Mikro hingga 22 Maret 2021

Anies mengingatkan bahwa menahan diri tetap berada di rumah merupakan hal penting untuk menjaga kasus aktif tidak terus bertambah.

Mantan Mendikbud itu mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak (3M).

Sementara itu, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta akan tetap akan meningkatkan kemampuan testing, tracing dan juga treatment (3T).

"Kemudian, kami di DKI terus berupaya konsisten menggalang koordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan ketersediaan kapasitas tempat ICU dan tempat isolasi terkendali, yang di dalam ini hotel maupun wisma atlit. Keberadaan tempat isolasi tersebut sangat membantu untuk menekan penyebaran virus di Jakarta," ujar dia.

Perlu diketahui, dukungan penuh telah dijalankan oleh Pemprov DKI dalam proses vaksinasi massal baik untuk para tenaga kesehatan maupun non-nakes.

Pemprov DKI Jakarta telah memulai dengan memvaksin pedagang yang ada di Tanah Abang, tenaga pendidik di SMAN 70 Jakarta, serta bagi lansia di Istora Senayan. Selanjutnya, Pemprov DKI akan merencanakan proses vaksinasi dengan menyasar petugas layanan publik lainnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini