3 Penyintas Covid-19 Ditipu hingga Ratusan Juta Rupiah saat Dikarantina

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 09 Maret 2021 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 338 2374555 3-penyintas-covid-19-ditipu-hingga-ratusan-juta-rupiah-saat-dikarantina-lwFOTQK1ap.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TANGSEL - Tiga penyintas Rumah Lawan Covid-19 (RLC) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menjadi korban penipuan. Ironisnya, pelaku penipuan juga penyintas di RLC.

Imam Fantowi (26), salah seorang korban penipuan akhirnya melapor ke Polres Tangsel. Dia ditemani oleh seorang temannya. Laporan tersebut diterima, namun dia disarankan melakukan somasi terlebih dulu. Jika tidak digubris, baru polisi bertindak.

"Jadi saya ketemu dia waktu masih sama-sama dirawat di RLC, Tandon Ciater. Jadi kita sama-sama penyintas. Dia mengaku sebagai auditor di Kemendagri," katanya, saat ditemui Sindonews usai membuat laporan di Polres Tangsel, Senin (8/3/2021) sore.

Baca juga:  Intelijen Kejagung Tangkap Jaksa Gadungan yang Tipu Warga Rp40 Juta

Dilanjutkan Imam, dirinya lebih dulu keluar dari RLC. Sedangkan pelaku yang bernama Stiven P Situmorang alias Stiven Pangihutan itu masih berada di RLC, menjalani karantina. Saat itu, dia menelpon dirinya, dan meminjam uang sekira Rp40 juta.

Saat itu, dia beralasan ingin membeli laptop agar bisa tetap bekerja saat dikarantina. Karena percaya dengan Stiven, Imam pun memberinya pinjaman uang itu dengan melakukan beberapa kali transfer.

Baca juga:  Ngaku Jaksa, Pria Ini Ogah Bayar saat Menginap di Hotel Selama 2 Bulan

"Memang tidak ada kecurigaan saat itu. Jadi tidak ada yang menyangka dia gadungan. Saya masih mencari dia, karena dia sering tidak ada di rumah. Saya sudah ke rumahnya, dan menurut warga dia dicari banyak orang. Dari September 2020," jelasnya.

Dengan jabatan sebagai auditor di Kemendagri dan jaringan yang cukup luas, membuat pelaku dipercaya oleh rekan-rekannya. Apalagi, dia pernah terlihat memakai seragam dinas dan mobil pelat merah.

"Modusnya dia mengiming-imingi, mengembalikan pinjaman 5x lipat. Dengan harapan bisa direimburse, tapi sampai sekarang belum ada. Ada beberapa kali transaksi, mulai Rp5 juta hingga Rp15 juta dan totalnya Rp160 juta dengan 18x transaksi," jelasnya.

Awalnya, pelaku mengaku akan membayar utangnya, pada 5 Januari 2021. Tetapi tidak jadi, dengan sejumlah alasan. Kemudian, dia berjanji lagi akan membayar, pada 25 Januari 2021, tapi bohong lagi.

"Hari ini saya masih komunikasi dengan dia. Dia gak pernah ngeblok nomor saya. Tetapi kalau ditelpon gak pernah angkat. Kami hanya berkomunikasi lewat WA. Itupun kadang di balas, kadang tidak. Hari ini, katanya dia mau bayar Rp50 juta," sambungnya.

Tetapi, seperti sudah diperkirakan, pelaku sekali lagi tidak memenuhi janjinya. Imam pun berencana kembali mendatangi rumah pelaku di wilayah Pamulang, hendak melakukan somasi kepada pihak keluarga, sesuai dengan arahan dari kepolisian.

"Sesuai arahan polisi, hari ini saya akan langsung melakukan somasi. Mungkin saya beri waktu terakhir dua Minggu. Jika tidak membayar juga, maka akan langsung diproses oleh kepolisian," pungkasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian belum ada yang bisa dimintai keterangan atas laporan korban hari ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini