Polisi Akan Periksa Kejiwaan dan Jejak Digital Pembunuh Berantai di Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 13 Maret 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 13 338 2377137 polisi-akan-periksa-kejiwaan-dan-jejak-digital-pembunuh-berantai-di-bogor-s4MofpCNtq.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BOGOR - Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo mengatakan, pihaknya akan memeriksa kejiwaan pembunuh berantai dua wanita, Rian alias MRI (21).

Kata Susatyo, pihaknya akan lebih mendalami korban dengan mencari tahu masa lalu melalui rekam jejak digital, pemeriksaan kejiwaan dan lainnya. Sehingga, bisa diketahui motif lain yamg melatarbelakangi pelaku melakukan pembunuhan berantai secara sadis termasuk mencari ada tidaknya korban lain.

"Ke depan kami akan melakukan pemerisaan kejiwaan, secara umum tersangka sanggup menjelaskan secara sistematis, mengerti apa yang dilakukan, mengerti resiko hukum sehingga secara pidana bisa kita lakukan penjeratan pidana. Soal perilaku agresifnya itu masalah lain, tapi menjadi 1 rangkaian. apakah ada faktor lain pencetus mungkin pemacunya narkoba tapi memicu emosinya kepada korban masih kami dalami," kata Susatyo, Sabtu (13/3/2021).

Baca juga:  Hasil Tes Urine Pembunuh Berantai di Bogor Positif Sabu dan Ekstasi

"Untuk perkembangannya kami masih melakukan pendeteksian atau rekam jejak digitalnya dari handphone tersangka karena ada beberapa fakta menunjukan ada kemungkinan motif lain selain pada mengambil barang," tuturnya.

Susatyo mengatakan, bahwa memakai narkoba bukan faktor utama pelaku dengan sadis membunuh korban. Pun dengan alibi ingin menguasai barang korban karena masih banyak cara yang bisa dilakukan oleh pelaku tanpa harus membunuh dengan sadis.

Baca juga:  Pembunuh Berantai 2 Wanita di Bogor Terancam Hukuman Mati

"Hasil tes urin memang positif sabu dan ekstasi. Tetapi pemakai banyak, tidak semua pemakai itu membunuh atau hanya ingin mengambil barang juga mungkin ada cara lain. Tapi dengan ada dua modus ini dimana tersangka mencari kenalan secara random di media sosial berkenalan, sampai bujuk rayu untuk bisa mengajak korban ke penginapan," pungkasnya.

Sebelumnya, Rian alias MRI (21) akhirnya dibekuk polisi di Depok lantaran melakukan aksi pembunuhan berantai secara sadis terhadap dua wanita di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Korban pertama adalah Diska Puti (17) yang jasadnya ditemukan warga terbungkus plastik hitam di pinggir Jalan Raya Cilebut, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada 25 Februari 2021. Korban kedua yani Elya Lisnawati (23) yang jasadny ditemuka warga di kebun kosong di wilayah Gunung Geulis, Megamendung, Kabupaten Bogor pada 10 Maret 2021.

Atas perbuatannya pelaku dengan pasal berlapis yakni Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 1,3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP lebih subsider 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman kurungan minimal 15 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini