Pasutri Tewas di Giri Loka Serpong, Kedubes Jerman Akan Temui Polisi

Hambali, Okezone · Senin 15 Maret 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 338 2377764 pasutri-tewas-di-giri-loka-serpong-kedubes-jerman-akan-temui-polisi-qrLuZUxC9Y.jpg Pasutri korban pembunuhan di Serpong semasa hidup (foto: istimewa)

TANGSEL - Pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman dijadwalkan mendatangi Mapolres Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (15/03/21). Hal itu dilakukan guna mengurus pemulangan jenazah Nonnenmacher Kurt Emil (85) yang menjadi korban pembunuhan sadis.

"Kami sudah kordinasi dengan pihak Kedutaan Jerman sehubungan dengan tewasnya salah satu korban yang merupakan WNA Jerman. Hari ini pihak kedutaan akan datang," kata Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Pasutri WN Jerman di Tangsel, Dagu Korban Dikapak

Kapolres telah meluruskan keterangan yang disampaikan sebelumnya di mana menyatakan jika korban Emil sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Kedua pasangan yang menjadi korban itu disebutkan telah lama tinggal di kediamannya di Perumahan Giri Loka 2, Lengkong Wetan, Serpong,

Peristiwa sadis itu terjadi pada Jumat 12 Maret 2021 malam. Pelakunya berinisial WA (22), telah merencanakan aksinya. Dipicu dendam akibat sakit hati, WA lantas mendatangi rumah korban dengan mengendarai seunit sepeda motor.

Baca juga: Kuli Bangunan yang Bunuh Pasutri di Tangsel Pernah Bekerja di Rumah Korban

"Jadi ini sudah direncanakan. Tersangka awalnya berangkat dari Legok, lalu sampai di rumah korban pelaku memanjat tembok pagar rumah. Karena tersangka pernah bekerja di rumah korban, jadi dia sudah mengetahui keadaan rumah," ungkap Iman.

Setelah berhasil masuk ke perkarangan rumah, pelaku menuju ke lantai 2 dengan cara memanjat steger yang dibuatnya sendiri saat merenovasi rumah. Setibanya di atas, pelaku masuk ke dalam sambil memantau situasi.

"Tersangka tahu pintu di lantai dua tidak dikunci. Setelah masuk, tersangka mendengar bahwa korban belum tertidur. Lalu tersangka menunggu sampai 5 menit, dan baru turun ke bawah," jelasnya.

Guna memancing korban keluar kamar, pelaku sengaja mengetuk pintu utama rumah dari dalam. Korban Naomi pun keluar mengecek ke arah pintu, seketika WA membekap dan menyabetkan kampak yang dibawanya dari dapur rumah korban hingga mengenai dagu dan tembus ke bagian leher.

"Korban pertama lalu diseret ke kamar, kemudian kegaduhan itu membuat korban kedua (Emil) terbangun, lalu tersangka menyabetkan kampak ke korban kedua hingga tewas di tempat. Korban pertama akhirnya meninggal di rumah sakit, dan korban kedua meninggal di tempat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini