Tukang Bangunan Dicecar soal Rokok Terkait Kebakaran Gedung Kejagung

Carlos Roy Fajarta, · Senin 15 Maret 2021 21:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 338 2378303 tukang-bangunan-dicecar-soal-rokok-terkait-kebakaran-gedung-kejagung-TSXhmBrczJ.jpg Sidang kasus kebakaran Gedung Kejagung di PN Jaksel. (Foto : MNC Portal Indonesia/Carlos Roy Fajarta)

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang terkait kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (15/3/2021).

Empat tukang bangunan yang tengah melaksanakan pekerjaan renovasi Gedung Kejaksaan Agung dimintai keterangan dalam persidangan hari ini. Keempatnya adalah Tarno (31), Syahrul (25), Halim (23), dan Karta.

Keempat tukang bangunan itu menjadi saksi untuk terdakwa Imam Sudrajat dan mandor proyek Uti Abdul Munir.

Dalam persidangan tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan kepada keempat pekerja terkait keberadaan mandor saat proses renovasi gedung di hari terjadinya kebakaran pada 22 Agustus 2020.

"Pak Uti mengawasi tanggal 8 dan 15 Agustus, sedangkan tanggal 22 Agustus tidak ada yang mengawasi," ujar Tarno di ruang sidang V HR Purwoto Gandasubrata SH Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/3/2021) sore.

Tarno mengaku ia bersama tiga saksi lainnya pulang dari proyek sekitar pukul 16.00 WIB. Saat mereka pulang ada dua office boy (OB) yang membersihkan sampah. Sekitar pukul 19.00 WIB, Tarno mengaku menerima telepon dari OB bahwa Gedung Kejagung kebakaran.

"Kami memang merokok di lokasi gedung yang sedang direnovasi. Namun, kami merokok sebelum bekerja. Di atas bangku, ngemil, minum, ngopi, ngerokok. Kemudian bekerja, rokok mati," jelas Tarno.

Majelis hakim juga mengonfirmasi para saksi untuk maju ke depan meja persidangan perihal rokok yang mereka miliki saat kejadian kebakaran.

Baca Juga : Saksi Ahli Jelaskan Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung

"Ini punya kamu bukan, kapan belinya, sebelum atau sesudah kebakaran," tanya majelis hakim. Namun para tukang tersebut mengaku lupa kapan membeli rokok tersebut.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa kasus kebakaran Gedung Kejagung, Arnold JP Nainggolan menganggap apa yang terjadi di sidang sebagai fakta yang sesat.

"Apa yang diperoleh? Yang diperoleh adalah kesesatan fakta ya, kesesatan fakta terhadap rokok, jadi ternyata rokok-rokok itu oleh terdakwa itu dimintakan oleh rekan-rekan Bareskrim setelah kebakaran, jadi rokoknya utuh bahkan tidak ada puntung-puntung, bahkan terdakwa menyampaikan belinya saat di workshop, workshop mereka ada di Curug," ujar Arnold.

Sebagaimana diketahui dalam kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung ada tiga berkas perkara dengan jumlah terdakwa 6 orang.

Baca Juga : Saksi Ahli Sebut Terdakwa Kasus Kebakaran Gedung Kejagung Sembrono

 

Berkas perkara pertama bernomor 50/Pid.B/2021/PN JKT.SEL dengan tersangka Imam Sudrajat selaku pekerja pemasangan walpaper. Berkas kedua bernomor 51/Pid.B/2021/PN JKT.SEL dengan 4 tersangka, yakni Sahrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim, di mana semuanya merupakan pekerja bangunan. Dan berkas ketiga perkara bernomor 52/Pid.B/2021/PN JKT.SEL dengan satu tersangka, Uti Abdul Munir selaku mandor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini