Share

Ruli Lemas Pagar Beton Miliknya yang Tutup Akses Jalan Dibongkar Satpol PP

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 16 Maret 2021 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 338 2378868 ruli-lemas-pagar-beton-miliknya-yang-tutup-akes-jalan-dibongkar-satpol-pp-LHQghG3GAl.jpg Foto: MNC Portal

TANGERANG- Satpol PP akan menindak tegas dengan melakukan pembongkaran pagar beton milik Ruli yang menutup akses warga di Jalan Akasia, Ciledug, Tangerang, Rabu (17/3/2021).

(Baca juga: Rumah Warga Ciledug Dipagar Beton Tetangga, Wali Kota Tangerang: Bongkar!)

Mendengar pagarnya akan dibongkar, Ruli mendatangi kantor Satpol PP dengan kuasa hukum untuk bernegosiasi. Namun, Satpol PP Kota Tangerang mengambil langkah tegas dengan menolak negosiasi karena pemagaran beton sudah mengganggu akses banyak warga.

Ruli tampak lemas pergi meninggalkan kantor Satpol PP Kota Tangerang karena terakhirnya untuk meminta kebijaksanaan ditolak mentah-mentah.

Kepala Bidang (Kabid) Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Gufron Falfeli mengatakan pemilik pagar sudah diberi toleransi untuk membongkar pagar itu sendiri. Surat peringatan juga sudah dikirim.

"Kalau dari kita kemarin sudah membuat surat pembongkaran sendiri oleh yang bersangkutan. Kita kasih waktu," kata Gufron, kepada MNC, di Puspemkot Tangerang, Selasa (16/3/2021).

Dalam surat itu jelas berbunyi, Ruli harus membongkar sendiri pagar betonnya hari ini dalam 1x24 jam. Gufron mengatakan, jajarannya tidak berwenang untuk melakukan negosiasi.

"Terkait dengan eksekusi kita tetap mengambil alih jalan ini. Intinya dia minta kebijakan, cuma kita gak kasih, kita tetap akan melakukan eksekusi. Dia minta kebijakan, karena merasa punya kepemilikan yang sah. Cuma kita bukan ranahnya negosiasi," ujarnya.

Dia mengatakan pagar akan dibongkar secara total agar akses warga tidak terganggu. "Pagar kiri kanan, semua akan kami bongkar. Hari ini saya dan tim sedang mengecek lokasi bersama dengan pihak kecamatan terkait pembongkaran pagar beton itu besok," ujar Gufron,

Sebelumnya, Kasus pemagaran diduga bermotif sakit hati karena Ruli tidak bisa membeli tanah. Tanah seluas 1.080 meter persegi itu tadinya kolam renang milik almarhum Anas Burhan, ayah Ruli.

Diduga bangkrut, tanah bekas kolam renang itu diagunkan ke bank, lalu dilelang. Pemilik tanah saat ini, yakni keluarga almarhum Munir, membeli tanah dari lelang.

Saat itu, tanah dibeli seharga sekira Rp900 juta. Saat konflik jalan mencuat, keluarga Anas Burhan sempat datang membawa koper berisi uang sebanyak Rp500 juta, untuk membeli lagi tanah kolam renang.

"Bacaannya dari awal sudah jelas, Ruli mau miliki tanah ini lagi. Tapi kita gak jual. Orang maksa gitu. Intinya, kami dari pihak ahli waris tidak ingin menjual," kata ahli waris Munir, Acep, kepada MNC, di lantai 2 rumahnya, Tajur, Ciledug, Senin (15/3/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini