Ruli Melawan jika Pagar Betonnya Dirobohkan, Satpol PP: Pak Haji Janganlah Begitu

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 16 Maret 2021 21:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 338 2378918 ruli-melawan-jika-pagar-betonnya-dirobohkan-satpol-pp-pak-haji-janganlah-begitu-fxZzrlzFiP.jpg Foto: MNC Portal

TANGERANG – Satpol PP akan membongkar pagar beton ahli waris H Ruli, di Jalan Akasia, No 1, RT04/03, Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, secara paksa, menggunakan alat berat, pada Kamis, 17 Maret 2021.

 (Baca juga: Ruli Lemas Pagar Beton Miliknya yang Tutup Akes Jalan Dibongkar Satpol PP)

Pasalnya, pagar beton setinggi 2 meter, sepanjang sekira 200 meter itu, berdiri di atas tanah 2,5 meter diakses jalan masuk Kavling Brebes. Ruli mengklaim, tanah itu warisan peninggalan ayahnya. Sehingga, dirinya berhak membangun apapun di atas tanah tersebut.

Persoalan pun muncul, saat pagar beton dengan kawat berduri di atasnya itu menutup jalan masuk ke rumah keluarga almarhum Munir. Tidak diberinya akses jalan, membuat keluarga Munir terisolasi.

(Baca juga: Bom Meledak di Kota Batu, Satu Orang Tewas dan Seorang Polisi Luka Parah)

Besok, pagar itu akan dirobohkan dengan alat berat oleh Satpol PP Kota Tangerang. Sikap tegas ini, terpaksa diambil pemerintah, karena beberapa kali mediasi dengan Ruli selalu menemui kegagalan. Namun, hari ini Ruli datang memohon ke Satpol PP.

Dia mengatakan, akan tetap bertahan dengan pagar betonnya. "Saya akan bertahan," kata Ruli, kepada petugas Satpol PP, seperti ditirukan oleh Kepala Bidang (Kabid) Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Gufron Falfeli, di lokasi pagar, Selasa (16/3/2021).

Dijelaskan dia, dalam pertemuan tadi, sikap H Ruli masih sama. Dia tetap teguh memegang sikap, bahwa tanah itu miliknya dan pagar beton itu haknya, sehingga tidak mungkin dia membongkarnya.

"Kami sampaikan, jangan melakukan perlawanan fisik. Toh nanti sama-sama lewat jalur hukum. Harapan kita kalau gak terima lewat jalur hukum. Ya, dia bersikukuh, saya akan bertahan katanya. Saya bilang, pak haji janganlah," sambung Gufron lagi.

Dalam eksekusi besok, Satpol PP akan dibantu oleh petugas TNI/Polri. Sehingga, jika terjadi perlawanan dari preman bayaran, pihaknya juga tidak akan gentar. Namun, dia berharap eksekusi pagar beton tersebut berjalan baik.

"Terkait dengan eksekusi kita tetap mengambil alih jalan ini. Intinya dia minta kebijakan, cuma kita gak kasih, kita tetap akan melakukan eksekusi. Dia minta kebijakan, karena merasa punya kepemilikan yang sah. Cuma kita bukan ranahnya negosiasi," jelasnya.

Sementara itu, pihak ahli waris pemilik tanah H Yuri mengatakan, pihak Pemkot Tangerang tidak bisa berbuat seenaknya saja dengan mengatasnamakan warga membongkar pagar betonnya. Dia juga warganya yang memiliki hak dan kewajiban sama.

"Biarin saja, biarin saja. Kan Pak Ruli juga nanti bisa gugat balik. (Pemerintah) Dia harus musyawarah dulu dong dengan yang bikin, kenapa dibikin pagar, kan harus ada klarifikasi dari sini," pungkas istri Yuri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini