Tembok Beton Haji Ruli Roboh, Warga: Alhamdulillah Bisa Mengaji Kembali

Hasan Kurniawan, Okezone · Rabu 17 Maret 2021 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 338 2379193 tembok-beton-haji-ruli-roboh-warga-alhamdulillah-bisa-mengaji-kembali-sUWQtYOHqw.jpg Foto: MNC Portal

TANGERANG – Raut wajah Hadiyanti (55) terlihat sangat bahagia. Pasalnya, tembok beton yang menutup dan mengisolasi rumahnya, di Jalan Akasia, No 1, RT04/03, Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, dibongkar.

(Baca juga: Tembok Beton Haji Ruli Luluh Lantak, Warga: Atas Izin Allah)

Sejak dua tahun lalu, dirinya tidak bisa melihat jalan di depan rumahnya, karena terhalang pagar beton setinggi 2 meter milik Haji Ruli. Pada Februari 2021, dia dan keluarganya terisolasi, karena pagar depan rumah ditutup beton. Kini, pagar jalan itu telah dirobohkan.

"Plong lah bisa masuk keluar kendaraan dan bisa aktivitas kembali," kata Yanti, di rumahnya, Tajur, Ciledug, Rabu (17/3/2021).

(Baca juga: Ruli Melawan jika Pagar Betonnya Dirobohkan, Satpol PP: Pak Haji Janganlah Begitu)

Dilanjutkan dia, selama ditembok beton, keluarganya sangat sulit melakukan aktivitas. Terutama kegiatan pendidikan kedua cucunya, seperti sekolah, dan mengaji. Untuk lewat pagar depan, mereka terpaksa harus melompati dua pagar tinggi berkawat duri.

"Setelah ini, kehidupan kami bisa seperti biasa lagi. Alhamdullilah cucu saya bisa ngaji, bisa sekolah lagi. Kan selama ini hampir sebulan gak bisa sekolah, gak bisa ngaji, motor saja gak bisa masuk. Saya sangat bersyukur kepada Allah Ta’ala pagar ini dibongkar," jelasnya.

Saat jam 8 pagi, ketika alat berat merobohkan pagar di depan rumahnya, Yanti pun langsung mengambil wudhu sebagai tanda syukur. Dia tidak pernah menyangka, pagar beton ini akan dibongkar paksa.

"Ya, ibu bersyukur kepada Allah Ta’ala, terimak kasih sudah malakukan pembongkaran jalan. Terima kasih kepada pendukung, aparat, terima kasih banyak, atas seizin Allah Ta’ala, akhirnya ibu bisa melihat jalan, selama 2 tahun bisa melihat jalan lagi," paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Gufron Falfeli mengatakan, dalam operasi pembongkaran paksa ini ada dua alat berat yang diterjunkan, dan empat truk untuk mengangkut puing tembok yang dihancurkan.

"Alat berat beko ada dua, truk empat. Personel yang diterjunkan dari Polres/Polsek ada 60 personel, Kodim/Koramil 30 orang, Satpol PP ada 70 orang, dan Trantib Kecamatan Ciledug 20 orang," jelasnya.

Pembongkaran terpaksa dilakukan, setelah imbauan untuk membongkar sendiri oleh ahli waris tidak dilakukan, pada Selasa 16 Maret 2021. Tidak adanya itikad baik untuk membongkar sendiri pagar, membuat petugas terjun merobohkan secara paksa.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tembok Berlin yang menutup rumah dan jalan ke Kavling Brebes sudah tidak terlihat lagi. Pembangunan proyek di depan rumah Yanti tampak terlihat jelas. Kondisi jalan juga menjadi tambah lebar dan bisa dilalui dua mobil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini