Polisi Tangkap Sindikat Pengedar Dollar AS Palsu Senilai Rp3 Miliar

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 17 Maret 2021 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 338 2379311 polisi-tangkap-sindikat-pengedar-dollar-as-palsu-senilai-rp3-miliar-wC6PssPK2l.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Polres Pelabuhan Tanjung Priok mendapatkan informasi soal maraknya peredaran uang palsu jenis Dollar AS di wilayah hukumnya. Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya polisi mengungkap sindikat pengedar Dollar AS tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Putu Kholis Aryana mengungkapkan, dalam membongkar sindikat itu jajarannya menangkap empat orang tersangka yang terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki. Mereka adalah, ES, MT, AD dan S. Sementara, tiga orang lainnya masih dalam pengejaran atau DPO, yakni DD, HA dan T.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat berkaitan adanya peredaran uang palsu kertas negara dollar USD diwilayah Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, kemudian dilakukan penyelidikan oleh pihak Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dari hasil penyelidikan tersebut bahwa benar adanya peredaran uang dollar USD Palsu yang berada di wilayah Kelapa Gading Jakarta Utara," kata Putu kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta, Rabu (17/3/2021).

 Baca juga: Duh! Manson Cetak Uang Pakai Printer untuk Kebutuhan Sehari-hari

Putu menjelaskan, modus operandi pelaku adalah akan menukarkan uang USD sebanyak 21 ikat dimana dari setiap 1 ikat terdiri dari 100 lembar dan setiap lembarnya bernilai USD100 kemudian uang tersebut akan ditukarkan menjadi rupiah senilai Rp25.000.000.

"Uang palsu Dollar AS 210.000 jika diitung dari kurs saat ini sekira Rp3 miliar," ujar Putu.

Baca juga:  DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Uang Palsu Senilai Rp4,5 Triliun

Penangkapan ini bermula saat petugas melakukan observasi dan mencurigai gerak-gerik dua orang laki-laki dan perempuan di Areal Mall Of Indonesia (MOI). Aparat pun melakukan penangkapan terhadap ES (perempuan) dan MT (laki-laki) yang kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan dalam sebuah tas dalam milik ES uang dollar USD sebanyak 21 ikat yang setiap ikat berisi 100 lembar dimana masing-masing pecahan senilai 100USD.

"Kemudian petugas melakukan interogasi dan didapatkan keterangan bahwa uang dollar USD tersebut sebelumnya adalah milik DV (Perempuan) sebanyak 12 ikat dollar USD dan milik S (laki-laki) sebanyak 9 ikat," ujar Putu.

Terkait hal ini, Putu menyebut telah melakukan koordinasi dengan pihak secret service FBI Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Indonesia dan dinyatakan bahwa uang dollar USD tersebut adalah palsu.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat Pasal 245 KUHP dan atau Pasal 245 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun kurungan penjara.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini