Sudah Kantongi Izin, Satpol PP Lepas Segel Proyek Pemicu Bentrok Ormas di Tangsel

Hasan Kurniawan, Okezone · Kamis 18 Maret 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 338 2380151 sudah-kantongi-izin-satpol-pp-lepas-segel-proyek-pemicu-bentrok-ormas-di-tangsel-Bq9v8qr5IY.jpg Satpol PP Tangsel (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Segel lokasi proyek penyebab bentrok ormas, di Jalan Graha Raya Boulevard, Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), akhirnya dilepas oleh Satpol PP.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kota Tangsel, Sapta Mulyana mengatakan, pembukaan segel dilakukan karena proyek SPBU itu sudah mengantongi izin, jauh sebelum terjadinya bentrokan ormas, pada Sabtu 13 Maret 2021.

"Satpol PP Kota Tangsel mengarah ke TKP tempat penyegelan rencana SPBU, di Graha Raya. Tadi sudah kami lakukan pembukaan segel," kata Sapta di lokasi, Kamis (18/3/2021).

Dilanjutkan Sapta, rekomendasi tersebut berisi izin pengurukan tanah dari Satpol PP. Berdasarkan surat yang ditunjukkan Sapta, tampak tanggal dikeluarkannya rekomendasi itu 14 Februari 2021. Sementara proyek masih disegel lantaran masih ada pertimbangan sendiri.

Baca juga: Usai Bentrok Ormas, Polisi Amankan Sajam di Dekat Balai Kota Tangsel

"Kenapa hari ini segel kita buka, karena usaha SPBU yang dimulai dari pengerjaan pengurukan itu sudah ada izin yang keluar. Kenapa sudah ada izin tetap disegel, karena dari temuan di lapangan dan laporan masyarakat, karena ada kegaduhan," ungkapnya.

Baca juga: Brimob Sekat Massa Ormas yang Bentrok di Jalan Graha Raya Tangsel

Menurutnya, upaya penyegelan itu terpaksa diambil karena di tempat rencana pembangunan proyek itu menimbulkan kegaduhan, kerusuhan, yang bahkan berakibat pada akhirnya terjadinya tawuran antara dua ormas.

"Kita segel Minggu pagi, Rabu sore ini segel kami buka. Karena tempat itu sudah ada izin operasional pengerjaan pengurukan, dan izin dari lingkungan warga, RT/RW, lalu surat perintah kerja dari PT Jaya Real Properti dan rekomendasi Satpol PP," jelasnya.

Dia memastikan, saat ini situasi sudah berlangsung normal setelah terjadinya bentrokan ormas di lokasi. Kelompok ormas yang sebelumnya bertikai juga telah berhasil dimediasi dan didamaikan.

"Rabu sore ini situasi sudah aman, terkendali. Pihak yang sempat terpancing situasi sudah mereda dan ada kesepakatan mengendalikan diri. Tapi pihak yang terlibat sudah menandatangani di atas materai untuk menghormati pekerjaan pengusaha," katanya.

Dengan demikian, dirinya berharap, proyek SPBU itu dapat membantu pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Kota Tangsel. Hal ini, katanya, baik bagi pengembangan wilayah Tangsel ke depan.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini