KCI Tambah 10 Stasiun Uang Elektronik, Warganet : Sayang Tidak Terintgerasi

Bima Setiyadi, Koran SI · Jum'at 19 Maret 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 338 2380479 kci-tambah-10-stasiun-uang-elektronik-warganet-sayang-tidak-terintgerasi-M4Xsra7HoT.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan memberlakukan 10 stasiun khusus uang elektronik pada 25 Maret mendatang. Hal itu guna mengurangi antrean di loket dan mendukung upaya pemerintah dalam menerapkan cashless society.

"Mulai 25 Maret 2021 KAI Commuter akan memberlakukan 10 Stasiun Khusus Uang Elektronik antara lain Stasiun Jakarta Kota, Bekasi, Kranji, Bojonggede, Citayam, Depok, Depok Baru, Parung Panjang, Tanah Abang, dan Angke. Dengan demikian akan ada 19 Stasiun Khusus Uang Elektronik," tulis akun instagram @commuterline dikutip Jumat (18/3/2021)

KAI Commuter mencatat pengguna KRL yang memanfaatkan transaksi uang elektronik dalam pembayaran tiket perjalanan KRL di 10 stasiun tersebut sebanyak lebih dari 75 persen dari seluruh transaksi di stasiun.

Baca juga: Tarif Tes GeNose Naik Jadi Rp30.000 di Stasiun, KAI: Sebelumnya Harga Prelaunching

Bagi #RekanCommuters yang menggunakan Tiket Harian Berjaminan Pergi Pulang (THB PP) masih dapat keluar (tap out) di stasiun tersebut kemudian masuk (tap in) kembali di stasiun tersebut.

Baca juga: Penasaran Mau Jajal KRL Yogyakarta-Solo? Begini Caranya

Bagi #RekanCommuters yang menggunakan THB sekali jalan hanya dapat keluar (tap out), tetapi tidak dapat melakukan refund di stasiun tersebut.

"Ini merupakan salah satu upaya KAI Commuter untuk mengurangi antrean di loket serta mendukung mendukung upaya pemerintah dalam menerapkan cashless society," lanjut tulisan itu.

Beragam komentar dituliskan warganet dan tak jarang yang mengeluhkan soal Kartu Multi Trip (KMT) milik Commuter yang tidak terintegrasi dengan moda transportasi lain.

Akun @apri_.adi yang menyayangkan upaya penerapan cashless tidak dibarengi integrasi KMT dengan kartu moda transportasi lain.

"Sayangnya kartu KMT tidak terintegrasi dengan MRT dan Busway," keluhnya.

"Jadi banyak kartu ya kak..belum lagi isinya..jadi ribet," sambung @ardhie.mistery.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini