Protes Jalan Rusak, Warga Tebar Ikan Lele hingga 25 Kilogram

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 19 Maret 2021 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 338 2380701 protes-jalan-rusak-warga-tebar-ikan-lele-hingga-25-kilogram-0MR9SiRIfp.jpg Warga asyik mancing lele di jalan rusak di Bogor (foto: istimewa)

BOGOR - Warga Kampung Sinar Wangi, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor menggelar aksi unjuk rasa meminta perbaikan jalan rusak. Dalam aksi itu, warga menaruh lele mencapai 25 kilogram ke genangan air di jalan yang rusak.

Koordinator aksi Mardi mengatakan, bahwa ruas Jalan Raya Curug Nangka itu telah rusak sejak lama. Tak ayal, kecelakaan pun kerap terjadi di lokasi tersebut.

"Ini ekspresi kekecewaan warga yang bertahun-tahun jalan raya belum diperbaiki. Bahkan, di sini kerap terjadi kecelakaan pada siang malam. Padahal sudah beberapa kali saya sampaikan di rapat bersama Karang Taruna juga," kata Mardi, Jumat (18/3/2021).

Baca juga:  Viral Guru Dimaki-maki Gegara Posting Jalan Rusak Ditanam Pohon Pisang

Makna disebarnya ikan lele oleh warga di jalan itu sebagai makna bahwa kondisi jalan sudah sangat tidak layak dilalui kendaraan dan lebih mirip kolam.

 Jalan rusak

"Diletakkan ikan lele itu bermakna apa layak kondisi jalan raya yang rusak ini seperti kolam ikan. Maka dari itu kami sebagai masyarakat membuat aksi seperti ini agar pemerintah memperhatikan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan," ungkap Mardi.

Baca juga:  13 Titik di Jalan MT Haryono Jaksel Diperbaiki

Adapun jumlah ikan lele yang disebar sebanyak 25 kilogram. Tak hanya itu, dalam aksi unjuk rasa itu warga pun rama-ramai memancing di tengah jalan.

"Ikan lele yang ditebar di kubangan air akibat jalan rusak tersebut jumlahnya 25 kilo dan ada ikan lele yang berukuran jumbo 8 kilo," tambahnya.

Diharapkan, pemerintah dan pihak terkait lainnta segera memperbaiki jalan tersebut agar aktivitas warga berjalan dengan nyaman dan aman.

"Tolonglah semua pihak, termasuk Taman Nasional. Jangan hanya mungut biaya tiket , tapi jalan akses utama warga tidak diperhatikan. Kita juga bayar pajak, tolonglah ini diperhatikan. Pajak kita bayar, maka perbaikan jalan seharusnya hak kita," tutup Mardi.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini