Share

Polisi Tangkap Panglima FBR Daeng Fery, Kepala Dibotakin hingga Tangan Diborgol

Hasan Kurniawan, Okezone · Jum'at 19 Maret 2021 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 338 2380829 polisi-tangkap-panglima-fbr-daeng-fery-kepala-dibotakin-hingga-tangan-diborgol-VXvlpiU5fH.jpg Polres Tangsel menggelar rilis kasus bentrokan ormas (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG SELATAN - Panglima FBR Tangerang Selatan (Tangsel) Adi Aferi Amrani alias Daeng Fery ditangkap polisi dan dijadikan tersangka pelaku tindak kekerasan dalam sejumlah bentrok ormas.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin menyebut, selain Daeng Fery, petugas juga mengamankan sebanyak 11 orang tersangka lain yang diduga terlibat aksi tindak kekerasan dan premanisme yang menyebabkan terjadinya bentrokan antarormas tersebut.

"Kejadian pada 13 Maret 2021, sudah terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan yang membuat korban luka. Kejadian itu murni pengeroyokan," kata Iman, kepada Sindonews, di lokasi, Jumat (19/3/2021).

Dilanjutkan dia, dalam peristiwa itu, Daeng CS akan dijerat dengan tindak pidana pengeroyokan atau pencurian dengan kekerasan atau tanpa hak bawa senjata tajam, sebagai mana dimaksud Pasal 170, Pasal 365, dan Pasal 2 UU Darurat No12 tahun 1951.

 Baca juga: Usai Bentrok Ormas, Polisi Amankan Sajam di Dekat Balai Kota Tangsel

"Kami berharap dengan adanya proses hukum akan memberikan kemanan dan kenyamanan masyarakat. Ya, tersangka saling mengenal sayu dengan yang lain. Sementara ini motifnya dari hasil penyelidikan, ada misinformasi dari kelompok," sambungnya.

Akibat informasi itu, terjadi kemarahan kelompok FBR yang berlanjut pada aksi penyerangan, di Jalan Raya Graha Raya Bintaro, depan Transmart, Paku Jaya, Serpong Utara. Dalam peristiwa itu, seorang warga terluka akibat dianiaya kawanan pelaku.

Baca juga: Bentrok Ormas di Graha Raya Tangsel, Anggota FBR Ditangkap

"Jadi sebenarnya kejadian antar ormas ini sudah ada kesepakatan untuk mediasi. Tetapi waktu sore hari, itu yang terjadi orang lewat dikira memata-matai dan dikejar. Kepada yang bersangkutan kita kenakan pasal pengeroyokan. Padahal orang lewat," jelasnya.

Dalam peristiwa itu, Daeng Fery ditangkap bersama empat anggota FBR lainnya. Akibat perbuatannya, mereka terancam pidana paling lama 10 tahun bui.

Sementara itu, Direktur LBH FBR se-Jabodetabek, Amsori mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah hukum terkait penangkapan Daeng Fery dan anggota FBR lainnya.

"Kami akan melakukan langkah-langkah hukum terkait masalah yang menimpa saudara-saudara kita di FBR. Dengan pihak keluarga korban, kami akan melakukan mediasi. Korwil FBR Tangsel M Azis juga akan melakukan penangguhan penahanan," jelasnya.

Sebagai figur di FBR, Daeng Fery kerap jadi sorotan. Menurutnya, wajar jika hal itu terjadi. Apalagi, sosok Daeng terkenal aktif dalam organisasn sehingga tampak lebih menonjol dari banyak kader FBR lain.

"Yang pasti polisi dengan prinsip kehati-hatian dengan wacana Kapolri restoratif justice presisi, kita upayakan mediasi agar Polres Tangsel bisa membantu ada perdamaian pihak keluarga korban dengan kita. Bisa ganti rugi atau lainnya," tukasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini