Ini Peran Panglima FBR Daeng Fery saat Ricuh Ormas di Tangsel

Hambali, Okezone · Jum'at 19 Maret 2021 22:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 338 2380909 ini-peran-panglima-fbr-daeng-fery-saat-ricuh-ormas-di-tangsel-lkFe1dyV6V.jpg Polres Tangsel menggelar rilis kasus bentrokan ormas (Foto: Okezone/Hambali)

TANGSEL - Panglima atau Koordinator Tim Khusus (Kortimsus) Forum Betawi Rempug (FBR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Andi Afery Amrani alias Daeng Fery, harus mendekam dalam jeruji besi. Dari hasil penyelidikan, terungkap keterlibatannya memimpin massa berbuat kericuhan.

Daeng Fery dianggap terlibat pada kericuhan yang terjadi pada Sabtu 13 Maret 2021 sore. Ketika itu, dua orang menjadi korban salah sasaran dari kelompok FBR hingga harus menderita luka-luka akibat sabetan senjata tajam.

Baca juga:  Polisi Tangkap Panglima FBR Daeng Fery, Kepala Dibotakin hingga Tangan Diborgol

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin, menerangkan, total pelaku yang diamankan berjumlah 12 orang dari berbagai ormas berbeda. Mereka diringkus atas rentetan 4 kejadian yang berlangsung beberapa waktu lalu.

"Jadi ini ada rentetan kejadian yang kita ungkap, empat lokasi dengan 12 tersangka yang kita amankan. Terakhir itu yang sempat viral di media sosial saat ada keributan di Jalan Graha Raya," terang Iman di Mapolres Tangsel, Jumat (19/03/21).

Baca juga:  Sudah Kantongi Izin, Satpol PP Lepas Segel Proyek Pemicu Bentrok Ormas di Tangsel

Daeng Fery ditangkap pada 15 Maret 2021 sekira pukul 02.30 WIB. Dia diduga berperan sebagai penggerak massa dengan memberikan hasutan kepada anggotanya.

"Perannya sebagai penggerak," imbuhnya.

Keributan terjadi karena diduga adanya miss informasi di kalangan massa ormas. Hal itu terkait dengan pengelolaan lahan suatu proyek pembangunan SPBU British Petroleum di Pondok Jagung Timur, Serpong Utara.

"Sementara dari hasil penyelidikan ada miss informasi yang diterima oleh para pihak, hingga menyebabkan munculnya dugaan yang memancing kemarahan antar ormas berkaitan dengan pengelolaan lahan," ungkap Iman.

Para pelaku masing-masing berinisial AS (48), AS (30), AW (19), LS (28), A (31), AT (23), ZA (33), AAA alias Daeng Fery (34), R (34), IS (30), HP (36), dan S (40). Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya 2 bilah golok, 1 samurai, 1 balok kayu, sebuah golok berstiker padepokan pencak silat, sebuah kartu pengenal Ormas FBR.

Rentetan kekerasan Ormas itu berlangsung di beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasus pertama terjadi di toko kosmetik, RT02 RW03, Ciputat, 27 Februari 2021 malam. Kedua, di warung kopi Jalan Jombang Raya, Ciputat, 2 Maret sekira pukul 01.30 WIB.

Kasus ketiga terjadi di Jalan Raya Pondok Kacang, Pondok Aren, Minggu 7 Maret, sekira pukul 01.30 WIB. Lalu kasus kekerasan terakhir yang keempat terjadi di Jalan Raya Graha Raya, Paku Jaya, Serpong Utara, Sabtu 13 Maret 2021 sekira pukul 17.00 WIB.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman 7 tahun, dan atau Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman 9 tahun penjara, dan atau Pasal 2 Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini