Hari Air Sedunia, Warga Bogor Bebersih Sungai Ciliwung

Haryudi, Koran SI · Senin 22 Maret 2021 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 338 2381731 hari-air-sedunia-warga-bogor-bebersih-sungai-ciliwung-MUDKbiacSS.jpg Warga Bogor bebersih Sungai Ciliwung di Hari Air Sedunia (Foto: Haryudi)

BOGOR - Guna memperingati Hari Air Sedunia setiap 22 Maret, warga Bogor yang terdiri dari Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satgas Naturalisasi Ciliwung dan aparatur wilayah melakukan kegiatan Bebersih Sungai Ciliwung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan tersebar di enam titik sepanjang aliran sungai Ciliwung di Kota Bogor (Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Utara dan Tanah Sareal), Minggu dan Senin (21-22/3/2021) pagi.

Wakil Wali Kota Bogor yang juga Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor, Dedie A Rachim menuturkan, salah satu aktivitas rutin Pramuka adalah menjaga kelestarian alam dan berkontribusi dalam pemulihan lingkungan hidup yang rusak karena ulah segelintir manusia yang tidak bertanggung jawab.

"Hari ini bersama dengan OPD dan unsur wilayah telah mengumpulkan 500 karung sampah yang diangkat dari 6 titik lokasi acara. Mudah-mudahan dapat menggugah masyarakat untuk menjaga sungai dan air sebagai sumber kehidupan," kata Dedie yang juga Wakil Wali Kota Bogor.

Baca Juga:  Pamit Bermain, Seorang Bocah di Bogor Terpeleset lalu Hanyut di Sungai Ciliwung

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bogor, Deni Wismanto menjelaskan, di Hari Air Sedunia ini DLH bersama pihak lainnya melakukan bebersih di enam titik aliran sungai Ciliwung. Maksud dan tujuannya adalah agar sungai Ciliwung tetap terjaga, karena sungai merupakan sumber saluran air dan air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga kebersihannya.

Di Hari Air Sedunia ini Deni mengajak warga, khususnya warga di sekitar sungai untuk tidak membuang sampah ke sungai karena bisa mencemarinya.

"Kita juga mengajak adik-adik pramuka membantu menyosialisasikan untuk tidak membuang sampah sembarangan kepada orang terdekat, keluarga dan lingkungan sekitar," kata Deni yang juga menjabat Waka Abdimas Kwarcab Pramuka Kota Bogor.

Ia juga mengajak warga untuk mengurangi sampah sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS). Caranya dengan memilah sampah yang jika diolah akan mendatangkan nilai ekonomi. Salah satunya sampah organik yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk maupun untuk pakan budidaya maggot.

"Karena 500-600 ton sampah di Kota Bogor 60 persennya adalah sampah organik. Jika bisa dikelola baik, maka akan menjadi sumber pendapatan warga," jelasnya.

Baca Juga:  Sungai Ciliwung Meluap, Sejumlah Rumah di Pengadegan Jaksel Terendam Banjr

Belum lama ini, Kota Bogor mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai satu dari 13 kota yang progresif melakukan upaya pengurangan sampah.

"Mudah-mudah kita bisa lebih optimal mengurangi dan memanfaatkan sampah. Tentunya pemerintah tidak bisa sendiri, harus dibantu semua elemen warga," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini