Kesadaran Lansia di Jakarta untuk Ikut Vaksinasi Covid-19 Sangat Rendah

Bima Setiyadi, Koran SI · Senin 22 Maret 2021 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 338 2381914 kesadaran-lansia-di-jakarta-untuk-ikut-vaksinasi-covid-19-sangat-rendah-M8pmnD0f6E.jpg

JAKARTA - Program Vaksinasi Covid-19 untuk Lanjut Usia (Lansia) di Jakarta masih rendah. Dari 316.589 yang terjadwal hingga akhir Maret, baru sekitar 8.122 lansia yang sudah di vaksin hingga 20 Maret lalu.

Sejak 19 Maret sampai dengan 30 Maret 2021, Pemprov DKI Jakarta sedang menjalankan program vaksinasi Covid-19 untuk lansia. Tercatat vaksinasi yang sudah terjadwal sedikitnya untuk 316.589 NIK Lansia DKI Jakarta.

Namun, dari 316.589 NIK Lansia DKI Jakarta, menurut data dinas kesehatan (dinkes) DKI pada pelaksanaan vaksinasi covid-19 selama 2 hari tingkat kepesertaanya rendah mulai dari 19 Maret sampai 20 Maret 2021 hanya 8122 lansia yang mengikuti vaksinasi covid-19.

Baca Juga: Jokowi Pastikan Vaksin AstraZeneca Segera Didistribusikan ke Ponpes di Jatim

Dari 2 hari pelaksanaan tersebut tercatat di Satu 34.074 NIK Lansia yang sudah terjadwal. Hanya 8809 Lansia yang sudah vaksinasi atau sebesar 25% dari Lansia yang terjadwal . Sedangkan pada 20 Maret 2021 lebih rendah lagi. Dari 5200 Lansia sudah terjadwal hanya 33 lansia yang berhasil di vaksinasi covid 19.

Untuk diketahui, aplikasi Pcare vaksin COVID-19 sendiri merupakan bagian dari sistem informasi satu data vaksinasi COVID-19. Pcare mendukung proses registrasi sasaran penerima vaksin, screening status kesehatan, serta mencatat dan melaporkan hasil pelayanan vaksinasi COVID-19.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho dalam siaran persnya kepada media, menyatakan miris dengan rendahnya angka vaksinasi lansia di DKI Jakarta. Apalagi ditengah gencarnya Gubernur DKI Anies Baswedan menargetkan 10 juta vaksinasi untuk warga DKI Jakarta, justru pelasanaan untuk 316.589 lansia tidak sesuai target dalam 2 hari pelaksanaan vaksinasi lansia di DKI.

Rendahnya angka lansia yang telah di vaksinasi Covid-19, lebih disebabkan karena minimnya sosialisasi terkait vaksinasi covid-19 ke tengah warga. Dalam hal ini dinkes DKI gagal dalam upaya promotif kesehatan terkait vaksin dan pelaksanaan vaksinasi bagi lansia.

"Jadi bukan Faskesnya tidak dekat dengan domisili walaupun sudah dibuat jadwalnya dalam satu Kecamatan. Bukan juga belum termanfaatkannya secara optimal alokasi vaksinasi di masing-masing Faskes, itu pembenaran saja," kata Agung.

Menurut Agung, DKI Jakarta yang memiliki luas 661,5 km² dengan fasilitas jalan yang memadai dan kendaraan yang bervariasi membuat jarak tempuh bukan kendala. Artinya, jika kesadaran dan pemahaman warga DKI Jakarta jernih dan clear terkait penting dan bermanfaatnya covid-19 yang dapat menyelamatkan jiwa, jarak bukanlah sebuah masalah.

Sosialisasi, lanjut Agung, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Sayangnya, sosialisasi yang dilakukan Dinkes tidak efektif lantaran masih menggunakan cara “pokrol bambu” yaitu dengan mengundang hanya ketua-ketua RT pada sosialisasi vaksinasi covid-19 untuk lansia, seperti di Jakarta Pusat .

“Dan itu hanya oral, tanpa dibekali selebaran atau leaflet yang dapat dibagikan oleh ketua RT ke warga, sehingga menyulitkan ketua RT untuk menguatkan sosialisasi. Tidak semua kelurahan melakukan sosialisasi dengan melibatkan ketua RT" jelasnya.

Agung mempertanyakan peran kepala dinas kesehatan DKI terkait tidak tersosialisasinya informasi terkait pentingnya covid-19, apalagi dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit, NOMOR HK.02.02/4/ 1/2021 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) agar kegiatan vaksinasi COVID-19 berjalan dengan baik dan berkualitas, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas perlu menyusun rencana advokasi, sosialisasi dan koordinasi kepada seluruh pihak baik lintas program maupun lintas sektor terkait.

"Jadi jelas sukses atau gagalnya pelaksanaan vaksinasi untuk covid-19 tergantung sosialisasinya, dan tanggungjawab itu ada pada dinkes, apalagi dalam surat dirjen P2P Kemenkes tersebut ada pembiayaan sosialisasi. Terus apa yang sudah dilakukan kadis kesehatan dalam sosialisasi, kemana dana sosialisasi tersebut digunakan ? Jika melihat rendahnya kepesertaan lansia yang dilakukan vaksinasi," pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini