Ustadz Gondrong Ditetapkan Tersangka Persetubuhan Anak

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Selasa 23 Maret 2021 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 338 2382538 ustadz-gondrong-ditetapkan-tersangka-persetubuhan-terhadap-anak-KOaguDMwKb.jpg Polisi merilis penangkapan Ustadz Gondrong (Foto: Abdullah M Surjaya)

BEKASI – Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi menjerat Herman alias Ustadz Gondrong menjadi pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Ia merupakan ustadz yang sempat viral di jagad maya lantaran aksinya bisa menggandakan uang, padahal hanya trik sulap dan uang mainan.

Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, laporan di awal kasus oleh orangtua korban diterima petugas pada Senin, 22 Maret 2021 dengan melaporkan pelaku bernama Hermawan alias Herman (45). Hendra menyebut pelaku menikahi korban secara siri pada tanggal 25 Februari 2017. 

”Saat itu, korban bernama Novi Trianti masih berusia 15 tahun,” katanya, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga: 6 Fakta Viral Herman Gondrong Pengganda Uang, Mengaku Ustadz hingga Pakai Duit Palsu

Menurut dia, pelaku menjanjikan orangtua korban dengan membayar utang-utangnya dan akan membangun serta membelikan tanah, hingga orangtua korban menyetujui pernikahan tersebut. Namun, hingga kini janji dari pelaku tersebut tidak juga terwujud dan dari pernikahan tersebut.

Ustadz Gondrong

Bahkan, kata dia, pelaku dan korban sudah dikaruniai satu orang anak perempuan yang kini berusia 3 (tiga) tahun. Terkait penggandaan uang yang viral, saat ini dia sedang melakukan pengembangan kasus tersebut lantaran belum ada pihak korban yang melapor. Untuk itu, jika ada yang dirugikan segera melaporkan.

”Ini sedang kita kembangkan ke arah sana, kalau dari pemeriksaan saksi-saksi, mereka tertarik untuk berkunjung minta pengobatan dari dukun ini dengan video viral lalu kesaktiannya ditunjukkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Tahan dan Tetapkan Herman Dukun Gandakan Uang Pakai Jenglot Tersangka

Dari barang bukti berupa uang yang pelaku gandakan ternyata merupakan uang mainan. ”Uang mainan, dan itu sudah dibakar oleh pelaku termasuk kotak yang digunakan untuk mengeluarkan uang tersebut,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Jo Pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini