Berdalih Mendidik, Seorang Ayah Pukul Anak dengan Palu dan Kunci Inggris

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 23 Maret 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 338 2382621 berdalih-mendidik-seorang-ayah-pukul-anak-dengan-palu-dan-kunci-inggris-RTlclO0IFl.jpg AF, ditangkap aparat kepolisian (Foto: Putra R)

BOGOR - Seorang ayah tiri berinisial AF (37), tega menganiaya anak-anaknya yang masih di bawah umur di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat. Lebih sadisnya, pelaku menganiaya menggunakan palu hingga kunci inggris.

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Arsal mengatakan aksi pelaku terbongkar setelah sang istri melaporkan kejadian yang dialami anak-anaknya kepada polisi.

"Sebenarnya istrinya sudah mengetajui kekerasan itu sejak lama. Tetapi bertahan karena alasan anak. Karena takut anaknya trauma akhirnya lapor ke kami," kata Arsal, kepada wartawan di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga:  Buron 4 Bulan, Pelaku Penganiayaan di Yogyakarta Ditangkap

Dari situlah, pelaku AF ditangkap oleh polisi atas kasus penganiayaan terhadap anak. Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan penganiayaan kepada anak tersebut dengan dalih untuk mendidik.

"Ada anaknya paling besar sampai kabur 6 bulan karena takut. Jadi ada 4 anaknya, semua mengalami kekerasan fisik dan psikis. Dua laki-laki umur 18 sama 14 tahun dan dua perempuan yang kecil," jelasnya.

Kekerasan yang dilakukan pelaku beragam meski dipicu dengan permasalahan sepele. Mulai dari memukul kepala dengan kunci inggris hingga berdarah, memukul kaki dengan palu, memukul pelipis hingga melukai telinga memakai pisau.

"Khususnya kepada anak laki-laki nomer 3 umur 14 tahun. Tapi semua membuat anak-anaknya traumatik dan ketakutan. Semuanya tidak ingin bertemu dengan ayahnya (pelaku) karena takut," ungkap Arsal.

Pelaku yang bekerja sebagai terapis online itu dijerat pasal berlapis yakni Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (1), (4) UU RI Nomor 35 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perilindungan anak ancaman 3 tahun penjara, Pasal 44 Ayat (1) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekersan rumah tanhha ancaman maksimal 5 tahun penjara dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan maksimal 2 tahun.

"Untuk motifnya kita masih dalami apakah ada faktor kejiwaan, tapi dari pengkuan untuk mendidik anak dengan cara kekerasan," jelasnya.

Baca Juga:  Aniaya Orang, Kawanan Geng Motor XTC Pasukan Setan Ditangkap Polisi

Sementara itu, pelaku AF mengaku terpicu emosinya ketika anak-anak mereka melakukan kesalahan meskipun hanya sepele. Pelaku memberikan contoh seperti menutup gerbang tidak rapat, salah membeli makanan, kembalian belanja kurang dan lainnya.

"Untuk efek jera saja pak, niatnya cuma nakut-nakutin. Ketika bilang ampun ya saya berhenti," ucap AF.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini