Bawa Sajam dan Busur Panah, Anggota Geng Motor Ditangkap

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 23 Maret 2021 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 338 2382688 bawa-sajam-dan-busur-panah-anggota-geng-motor-ditangkap-DOznh44amc.jpg Penangkapan geng motor bersenjata tajam di Kota Bogor (foto: Okezone/Putra RA)

BOGOR - Tim Kujang Polresta Bogor Kota menyita sejumlah senjata tajam hingga busur panah, yang diduga digunakan untuk aksi tawuran geng motor di wilayah Kota Bogor. Mereka pun tak segan menghadang petugas yang sedang berpatroli.

Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Arsal mengatakan, ada dua pelaku yang diamankan Tim Kujang terkait kepemilikan senjata tajam tersebut. Pertama adalah pria berinisial ZK (26) dan pemuda AR (21).

"Pertama ini membawa sajam (ZK) dan kedua ini (AR) membawa panah," kata Arsal, kepada wartawan di Mapolresta Bogor Kota, Selasa (23/3/2021).

Baca juga:  Polisi Tangkap Geng Motor dan Kelompok Pemuda Bersajam di Jakbar

Arsal menambahkan, dalam proses penangkapan pelaku AR petugas yang sedang patroli sempat dihadang sekitar 50 orang teman-temannya di wilayah Kecamatan Bogor Selatan dini hari. Pada akhirnya, mereka kabur dan pelaku AR berhasil diamankan.

"Jadi mereka sebenarnya ada kurang lebih 50 orang sempat menghadang petugas 12 motor. Kita amankan 1 orang (AR) dan kita geledah kita dapat panah dan ada 16 anak panah," jelas Arsal.

Baca juga:  Bawa Sajam, Geng Motor Serang Warga dan Rampas Motor

Mereka, lanjut Arsal, diduga memiliki senjata tajam tersebut untuk melakukan aksi tawuran antar kelompok atau geng motor di Kota Bogor. Rata-rata aksi tersebut dilakukan pada dini hari menjelang pagi.

"Kita pantau para pelaku tawuran ya, karena memang banyak sekali sempat marak tawuran lah, perkelahian segala macam. Kita tidak ingin Kota Bogor menjadi kota bar-bar. Orang bawa klewang di mana-mana, itu jangan sampai terjadi lah jangan sampai membuat resah warga Kota Bogor," ungkapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni sangkur, berbagai jenis senjata tajam seperti cerulit, parang, samurai dan panah. Kedua pelaku dijerat Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

"Kami imbau para orangtua khususnya yang mempunyai anak-anak remaja untuk selalu dikontrol terutama saat malam hari," tutup Arsal.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini