Share

Olah TKP Kecelakaan Tabrak Lari Pejalan Kaki di Kelapa Gading Gunakan TAA

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 26 Maret 2021 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 338 2384336 olah-tkp-kecelakaan-tabrak-lari-pejalan-kaki-di-kelapa-gading-gunakan-taa-neLLe0kKTS.jpg Olah TKP kecelakaan di Kelapa Gading (foto: MNC Portal/Carlos)

JAKARTA - Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Satlantas Wilayah Jakarta Utara, menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan tabrak lari pejalan kaki di Kelapa Gading, dengan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA), Jumat (26/3/2021).

Olah TKP tersebut merupakan yang ketiga kalinya, dan dimaksudkan untuk melengkapi data yang didapat dari olah TKP pertama dan kedua.

"Kami melaksanakan olah TKP yang ketiga di lokasi tabrak lari yang terjadi pada Minggu lalu. Dimana akibat kecelakaan tersebut ada tiga korban, yakni dua luka ringan dan satu luka berat. Kejadiannya sempat viral di masyarakat," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Jalan Kelapa Cengkir Raya, Kelapa Gading Timur, Kota Jakarta Utara.

Baca juga:  Jas Hujan Nyantol di Bak Truk, Pengendara Motor Tewas Mengenaskan

Dikatakannya, pelaku sudah bisa didapatkan dan kasus kecelakaan tabrak lari ini bisa di oleh petugas kepolisian lalu lintas.

"Dari hasil olah TKP yang ketiga dengan menggunakan teknik TAA, dan juga dengan bantuan rekaman CCTV yang dapatkan dari hasil olah TKP yang kedua," tuturnya.

Baca juga:  Polisi Sebut E-TLE Bantu Identifikasi Pelaku Kecelakaan Tabrak Lari Kelapa Gading

Sebagaimana diketahui, MRK (21) pengemudi mobil Mercedes Benz dengan nomor plat B-2388-RFQ menabrak tiga L orang pejalan kaki di Jalan Kelapa Cengkir Raya, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Minggu 21 Maret 2021 sekitar pukul 06.17 WIB.

Korban ada tiga orang yakni dua orang dewasa yang merupakan ayah dan ibu mengalami luka ringan, sedangkan seorang anak J (9) mengalami luka parah pendarahan pada bagian kepala.

MRK sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 310 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp10 juta. Hal ini ditambah Pasal 312 dengan ancaman hukuman pidana penjara 3 tahun atau denda Rp75 juta.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini