Rumah Pentolan KAMI Diteror Fake Bomb, Istri Ahmad Yani: Kita Berlindung pada Allah

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 26 Maret 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 338 2384510 rumah-pentolan-kami-diteror-fake-bomb-istri-ahmad-yani-kita-berlindung-pada-allah-afmE49x3Hb.jpg Istri Ahmad Yani, Nora. (Foto: Fahreza R)

JAKARTA – Rumah Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani diteror bom palsu (fake bomb). Sang istri mengaku tidak takut dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.

"Kalau kita selama ini benar di jalan Allah, pasti kita hanya berlindung kepada Allah. Kalau kita berlindung ke orang kan nanti salah. Kalau kita beropini A,B,C,D nanti kan salah. Saya sih berpikir itu saja," kata Istri Ahmad Yani, Nora saat ditemui MNC Portal di rumahnya, Cipinang Indah, Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Benda Diduga Bom di Rumah Ahmad Yani, Ini Respons Din Syamsuddin

Nora belum mengetahui apakah teror fake bomb di rumahnya berkaitan dengan sikap politi Ahmad Yani yang kerap mengkritisi pemerintah. Namun, Nora berkata bahwa yang dilakukan suaminya selama ini masih dalam koridor agama maupun hukum, serta tujuannya untuk bangsa-negara.

"Dari Pak Yani sendiri kalau kita bicara dari segi hukum pasti beliau melakukan tindakan atau apapun untuk kepentingan bangsa dan negara. Tidak pernah mungkin melakukan tindakan anarkis atau hal di luar koridor hukum. Artinya yang dilakukan Pak Yani itu konstitusional, baik berupa kritikan tapi kritikan yang membangun tidak pernah menghujat. Kalau kritik membangun kan diperlukan pemerintah," tutur Nora.

Baca juga: Fake Bomb di Rumah Ketua KAMI Dibawa ke Mako Brimob

"Artinya saya merasa apa yang dilakukan oleh Pak Ahmad Yani berada di koridor undang-undang dan hukum serta yang paling jelas dan tidak menyimpang dari ajaran agama," tambah Nora.

Diwartakan sebelumnya, rumah pentolan KAMI Ahmad Yani mendapat kiriman benda mencurigakan yang diduga bom. Polisi pun langsung merapat ke lokasi. Belakangan polisi mengatakan benda mencurigakan tersebut adalah fake bomb.

"Yang jelas dugaan kita sementara fake bomb," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini