Share

Bima Arya: Jika Dipanggil untuk Jelaskan Kasus Habib Rizieq, Saya Siap

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 26 Maret 2021 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 338 2384794 bima-arya-jika-dipanggil-untuk-jelaskan-kasus-habib-rizieq-saya-siap-3c9zKrkHEw.jpg Wali Kota Bogor, Bima Arya (Foto: Okezone)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto merespon pernyataan dari Habib Rizieq Shihab (HRS) telah membuat kehebohan terkait kondisi kesehatannya saat menjalani perawatan di RS Ummi.

Bima menyebut bahwa tindakannya sudah terukur sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor.

"Semua langkah saya sebagai Ketua Satgas, terukur. Berdasarkan aturan dan ketentuan," kata Bima, kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (26/3/2021).

Bima menambahkan, bahwa semua langkah yang dilakukannya saat itu tidak ada kepentingan apapun kecuali untuk melindungi warganya. Politisi PAN itupun siap memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan apabila memang dibutuhkan.

"Insya Allah jauh dari kepentingan apapun selain untuk melindungi warga Bogor dan mencegah penyebaran Covid. Insya Allah apabila diminta untuk hadir di persidangan sebagai saksi, saya siap. Akan saya sampaikan keterangan sejelas jelasnya berdasarkan fakta yang ada," tegasnya.

Di sisi lain, Bima mengatakan bahwa permasalahan tersebur karena pihak rumah sakit menutupi hasil swab tes covid-19 HRS dan akhirnya terbukti.

"Fakta yang kemudian terkuak antara lain adalah bahwa pihak RS ternyata terbukti menutupi hasil swab HRS yang memang positif. Dirut RS Ummi pun kemudian terpapar covid. Jika saja sedari awal pihak RS terbuka dan koperatif maka masalah tidak akan berkembang seperti ini," tutup Bima.

Sebelumnya, HRS menuding bahwa Wali Kota Bogor Bima Arya membuat kehebotan terkait kondisinya saat dirawat di RS Ummi beberapa waktu lalu.

"Pada tanggal 26 November 2020, Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat dengan iktikad baik mengabarkan Wali Kota Bogor Bima Arya selaku Ketua Satgas Covid Kota Bogor tentang perawatan saya di RS Ummi. Namun sangat disesalkan Bima Arya langsung koar-koar di berbagai media, sehingga menimbulkan kehebohan dan sangat mengganggu proses perawatan saya di RS Ummi, sekaligus mengganggu ketenangan RS Ummi," kata HRS, dalam eksepsinya.

HRS pun menilai dirinya menjadi korban framing. Hingga akhirnya merasa dipaksa untuk kembali menjalani swab tes covid-19 oleh Bima Arya.

"Akibatnya, pada tanggal 27 November 2020 pagi, RS Ummi dibanjiri aneka karangan bunga dari para pengirim yang tidak jelas, berisikan pesan dengan satu framing, yaitu HRS positif COVID, padahal siang hari itu saya baru menjalankan tes PCR COVID yang hasilnya ialah lebih akurat dari pada test swab antigen. Lagi pula saat itu tes swab antigen belum diputuskan oleh pemerintah sebagai standar akurat tes COVID-19," bebernya.

"Pada sore hari yang sama Bima Arya kembali koar-koar di berbagai media akan memaksa saya menjalani tes PCR COVID-19, tapi saya tolak karena siang hari itu saya sudah mengikuti tes PCR COVID-19 dengan tim Mer-C yang memang sejak awal kepulangan saya dari kota suci Mekkah sudah setia melakukan pendampingan dan pemeriksaan kesehatan saya dan keluarga," ungkapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini