Sudah Berkali-kali Diperbaiki, Pengendara Keluhkan Tambalan Aspal di Kawasan Stasiun LRT Kuningan

Quadiliba Al-Farabi, MNC Media · Sabtu 27 Maret 2021 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 338 2385095 sudah-berkali-kali-diperbaiki-pengendara-keluhkan-tambalan-aspal-di-kawasan-stasiun-lrt-kuningan-qNWOaMcWBk.jpg Foto: Twitter/TMC Polda Metro Jaya)

JAKARTA - Jalan rusak di kawasan stasiun LRT Kuningan atau sepanjang Jl. Rasuna Said - Dukuh Atas, masih mengganggu bagi sebagian pengendara. Meski terdapat bekas-bekas perbaikan dengan adanya tambalan aspal baru, pengendara tidak sepenuhnya dapat berkendara secara normal.

"Tetep aja ada (tambalan) juga, kita masih loncat-loncat. Kan tetep ga rata," ujar Rijal (34), pengendara ojek online yang telah bekerja selama 10 tahun di area ini. Sabtu (27/3/2021).

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Bertambah 4.461, DKI Jakarta Nomor Wahid

Ia pun menanggapi proses perbaikan di area tersebut yang selama ini dilakukan. Baginya, respons cepat perbaikan jalan tidak dibarengi kualitas bahan material aspal tersebut.

"Emang sih cepet kalo ada lubang langsung ditutup lagi, tapi musim ujan gini, ujan sedikit dilindes lagi, berlobang lagi. karena ya itu aspalnya juga pake aspal mentah," ucap Rijal.

Dia menganggap meski telah berkali-kali diperbaiki, selama proyek pembangunan stasiun masih berlangsung, jalan tersebut tidak akan sepenuhnya membaik.

Hal serupa juga dikemukakan pengendara Ojol lainnya, Tamo (40). Dia melihat perbaikan jalan hanya bersifat sementara.

"Ya paling gali lobang tutup lobang aja itu, itu kan biasanya ada pembangunan LRT ini alat-alat berat pada ke sini," ujar Tamo.

BACA JUGA: Protes Jalan Rusak, Warga Tebar Ikan Lele hingga 25 Kilogram

Meski begitu, Tamo menilai jalan rusak kebanyakan terdapat di jalur khusus mobil. Sementara ia menganggap jalur motor sudah dapat dilalui dengan lancar.

Terkait fenomena banyaknya pengendara motor yang masih merasa terganggu, ia justru mengkritiknya karena tidak sadar telah melanggar peraturan.

"Salah sendiri pengendara motor udah disediain jalur lambat tapi masih masuk jalur mobil," kata Tamo.

LUBANG GALIAN

Berbeda dari Tamo dan Rijal, pengendara lain John (35) menganggap, jalan rusak di kawasan ini tidak terlalu mengganggu. Ia lebih merasa tidak nyaman dengan bekas penggalian kabel.

"Sebenernya kalo lubang ga terlalu ganggu, kita bisa lah cari celah. Masalahnya yang bikin pegel, macet tuh bekas galian," ucap John

Di sepanjang jalan Rasuna Said hingga Dukuh Atas ini memang terpantau beberapa bekas galian kabel yang juga membuat jalan tidak rata. Kondisinya hanya ditutupi plat besi.

Meski begitu, menurut John di area tersebut lubang galian masih dapat dilalui secara aman. Ia justru menyebutkan contoh tempat lain yang menurutnya berbahaya.

"Di area Fly Over Pancoran tuh, banyak banget lubang galiannya. Mau cari celah juga bingung. Di sana saya baru tuh ngeliat banyak yang celaka," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini