Share

Potret Jalan Rusak di Kawasan LRT Kuningan

Quadiliba Al-Farabi, MNC Media · Minggu 28 Maret 2021 05:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 28 338 2385251 potret-jalan-rusak-di-kawasan-lrt-kuningan-oCmIys9vhY.jpg Illustrasi jalan rusak (foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Jalan berlubang di sekitar Proyek LRT Kuningan masih terpantau di sejumlah titik, Sabtu 27 Maret 2021. Meski terdapat bekas-bekas perbaikan di area tertentu, jalan tersebut masih mungkin membahayakan bagi pengendara.

Terpantau sepanjang Jalan Rasuna Said - Setiabudhi hingga Dukuh Atas, kerusakan paling parah terdapat di tiga area.

Baca juga:  Sudah Berkali-kali Diperbaiki, Pengendara Keluhkan Tambalan Aspal di Kawasan Stasiun LRT Kuningan

Kerusakan pertama ditemukan sekitar 100 meter sebelum stasiun LRT Kuningan dari arah Tendean (depan Menara Kadin). Terpantau jalan berlubang dan bergelombang terdapat pada jalur cepat, baik yang mengarah ke stasiun maupun arah sebaliknya.

Terlihat aspal timbul bersudut runcing dengan ketinggian kurang lebih 10 centimeter di jalur busway yang dapat membahayakan pengendara. Beberapa pengendara pun mencari celah menghindari aspal tersebut.

Kemudian kondisi berbeda saat tiba tepat di depan stasiun LRT Kuningan. Jalan tidak ada yang rusak. Pengendara dapat melaju dengan kecepatan normal di area ini.

 Baca juga: Mahasiswa Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Gegara Kerap Kecelakaan

Jalan berlubang dan bergelombang dijumpai kembali 100 meter setelah stasiun. Kali ini tepat di depan Plaza Setiabudhi. Terdapat genangan yang kurang lebih berdiameter 5x2 meter di bagian tengah jalan atau area pemisah antara jalur mobil dan motor.

Genangan tersebut berada di lubang yg terbuka lebar sehingga air bekas hujan menumpuk di dalamnya. Padahal saat ini cuaca sedang terik.

Kondisi serupa ditemukan di arah sebaliknya, kali ini di depan Mayapada Hospital Kuningan. Terdapat jalan berlubang dan bergelombang dengan kedalaman kurang lebih 10 sampai 15 centimeter. Pengendara terpaksa melambatkan laju kendaraannya.

Meski begitu, di sepanjang jalan ini terlihat tambalan aspal baru bekas perbaikan jalan. Namun, bekas tambalan itu juga menciptakan jalan yang tidak rata sehingga masih mengganggu kelancaran pengguna jalan.

"Tetep aja ada (tambalan) juga, kita masih loncat-loncat. Kan tetep ga rata," ujar Rijal (34), pengendara ojek online yang telah bekerja selama 10 tahun di kawasan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini