Tetangga Ungkap Terduga Teroris Bekasi Sering Mengikuti Aksi 212

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Selasa 30 Maret 2021 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 338 2386423 tetangga-ungkap-terduga-teroris-bekasi-sering-mengikuti-aksi-212-EWNsvibXhN.jpg Ilustrasi Densus 88. (Foto: Antara)

BEKASI - Terduga teroris yang diamankan Densus 88 Mabes Polri di Kampung Kandang, Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, RT 07 RW 04, Desa Sukasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Senin (29/3) kemarin, kerap menutup bengkelnya untuk mengikuti agenda aksi 212.

Hal tersebut disampaikan Aris (50), tetangga pemilik toko sparepart mobil yang berada di sebelah bengkel pelaku. Menurut dia, pelaku yang bekerja sebagai montir di Bengkel Sinergy Motor itu sering menutup bengkelnya jika ada kegiatan aksi 212.

"Kalau ada acara aksi dia nutup. Kalau ada acara dia sering nutup bengkelnya," katanya.

Aris menyebut, sehari-hari bengkel mobil tersebut dioperasikan oleh dua orang pria bernama Agus dan Amir. Agus sebagai montir dan Amir yang membantu. Agus merupakan montir utama yang sejak awal sudah bekerja di bengkel tersebut.

Baca juga: Terduga Teroris Condet Ternyata Pernah Datang ke Sidang Habib Rizieq, Ini Fotonya

"Kalau yang bantuin gonta-ganti, Agus yang dari awal, kalau Amir agak baru," ungkapnya.

Namun dia tidak terlalu mengetahui kegiatan lainnya selain menjadi montir di bengkel tersebut.Selama mengenal Agus dan Amir, dia mengaku tidak pernah melihat kecurigaan sedikitpun, baik dari segi perilaku maupun aktivitas.

Menanggapi tetangga rukonya menjadi terduga pelaku teroris, Aris mengaku kaget lantaran selama ini dia hanya mengetahui kedua orang tersebut hanya sebagai montir bengkel saja.

Baca juga: Terduga Teroris di Ciputat Ahli Buat Ketapel

"Kaget aja sih, orang kita lagi ngelayanin orang yang belanja tiba-tiba Brimob pada dateng, ada apa ya," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 mengamankan seorang terduga teroris di tempat bengkel tersebut. Terduga teroris yang diamankan merupakan pelaku pemilik bahan baku diduga peledak yang hendak digunakan untuk merakit bom. Bahkan, petugas sempat meledakan bahan baku bom tersebut di lokasi penggeledahan

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini