Sekolah Kolaborasi, Program Baru Anies Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Tim Okezone, Okezone · Kamis 01 April 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 338 2387729 sekolah-kolaborasi-program-baru-anies-wujudkan-pendidikan-berkualitas-WaXvM3wW0Y.jpg Anies Baswedan/ dok Okezone

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memperkenalkan program Sekolah Kolaborasi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Disdik DKI). Lewat akun Instagram pribadinya, Ia mengunggah ulang infografis dari Instagram @disdikdki pada Kamis (1/4/2021) pagi WIB.

(Baca juga: Ketakutan Warga Dekat Rumah Zakiah Aini Pelaku Penyerangan Mabes Polri)

“Hallo #sahabatdisdik, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mempunyai program Sekolah Koloborasi,” tulis Anies pada Instagram pribadinya @aniesbaswedan.

Menurut Anies, Sekolah Kolaborasi merupakan wadah harmonisasi Sekolah Negeri dan Swasta dalam mewujudkan pendidikan tuntas berkualitas. Menjadi momentum kerjasama antar-sekolah untuk menciptakan formula terbaik bagi pendidikan di DKI Jakarta.

(Baca juga: Tangisan Nenek Hulda Luluhkan Hati Pembajak Pesawat Woyla)

Dalam infografis yang diunggah Anies, disebutkan 3 tujuan utama diselenggarakannya kegiatan Sekolah Kolaborasi. Diantaranya adalah:

(1) Memberikan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas

(2)Kolaborasi antara Pemerintah dan Sekolah Swasta untuk memastikan penyediaan layanan pendidikan berkualitas.

(3) Mendorong kerjasama antar-sekolah, berbagi fasilitas dan kompetensi, serta membangun semangat kegotongroyongan.

Kegiatan Sekolah Kolaborasi ini akan mencakup 3 hal penting dalam peningkatan sistem pendidikan di DKI. Mulai dari, pertukaran cara mengajar, cara pengelolaan sekolah, hingga pertukaran fasilitas.

(1)Pertukaran pengetahuan tentang pendekatan pembelajaran, manajemen kelas dan pengembangan konten mata mata pelajaran dari guru mata pelajaran.

(2) Pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan sekolah, perencanaan dan penganggaran, dan manajemen berbasis sekolah lainnya.

(3) Pertukaran akses terhadap fasilitas pembelajaran, termasuk untuk sumber berlajar, laboraturium, maupun sarana olahraga.

Hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan program ini ke 21 pasang sekolah di wilayah Jakarta. Dibagi menjadi 10 SMP Negeri dan 10 SMP Swasta, serta 11 SMA Negeri dan 11 SMA Swasta.

Meskipun baru berjalan, Pemprov DKI terus menargetkan perkembangan yang cepat bagi program unggulan satu ini. Menargetkan penambahan jumlah sekolah piloting jenjang SMP dan SMA, serta menghadirkan sekolah piloting dijenjang SMK.

“Target di tahun 2021, penambahan sekolah piloting jenjang SMP dan SMA sebanyak 40 pasang. Terbentuknya piloting sekolah kolaborasi untuk SMK sebanyak 10 sekolah induk dan 30 sekolah mitra,” bunyi informasi dalam inforgrafis itu.

Dalam inforgrafis ini juga diberikan beberapa contoh sekolah yang sudah mulai menerapkan kegiatan Sekolah Kolaborasi. Diantaranya adalah SMPN 75 dan SMPS Al Huda Jakarta, SMPN 211 dan SMPS PGRI 3 Jakarta, serta SMPN 283 dan SMPS Al Fatiyah.

Kegiatan Sekolah Kolaborasi menghadirkan 3 kegiatan utama, yakni Jaksa Masuk ke Sekolah, Pembuatan POS dan Proposal Ujian Sekolah serta Pelatihan Pembuatan Katalog Buku Perpustakaan.

"Jaksa Masuk ke Sekolah, bertujuan memberikan arahan kepada peserta didik selaku pemuda-pemudi agar menjadi pribadi yang taat pada hukum peraturan yang berlaku.

Pembuatan POS dan Proposal Ujian Sekolah, bertujuan membuat POS Ujian Sekolah sesuai dengan juknis dan sesuai dengan konteks sekolah.

Pelatihan Pembuatan Katalog Buku Perpustakaan, bertujuan memahami pembuatan Katalog Buku Perpustakaan yang sesuai dengan dewey,” jelas inforgrafis dari Disdik DKI.

(Timothy Putra Noya)

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini