Konferwil PWNU DKI, Jazilul Fawaid Alihkan Dukungan ke Petahana Samsul Ma'arif

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 03 April 2021 00:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 03 338 2388581 konferwil-pwnu-dki-jazilul-fawaid-alihkan-dukungan-ke-petahana-samsul-ma-arif-XvQibMSTGJ.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) XX di Hotel Sultan, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Jumat (2/4/2021). Salah satu agenda penting pada forum ini yakni pemilihan ketua tanfidziyah untuk periode mendatang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MNC Portal, setidaknya ada 13 nama yang masuk menjadi calon ketua tanfidziyah PWNU DKI. Mulai dari petahana KH Samsul Ma'arif, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, hingga Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali.

Di tengah penyelenggaraan Konferwil, Jazilul atau biasa disapa Guz Jazil memutuskan untuk mengalihkan dukungannya kepada calon ketua Tanfidziyah petahana KH Samsul Ma'arif.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku memilih mundur dari Konferwil dengan maksud agar pemilihan ketua tanfidziyah PWNU DKI bisa dilakukan dengan cara musyawarah mufakat.

Dia berharap pelaksanaan Konferwil pada Jumat hingga Minggu mendatang bisa berlangsung secara tertib dan lancar, serta mengedepankan visi keulamaan.

"Kalau bisa Konferwil ini tidak melakukan voting, tapi musyawarah mufakat. Ini yang dari awal saya harapkan," kata Gus Jazil di lokasi.

Baca Juga : Ini 13 Calon Ketua PWNU DKI

Dikatakan Gus Jazil, karena sebelumnya pihaknya sudah melakukan deklarasi dukungan dari PC Jakarta Timur maka dirinya mengalihkan dukungan tersebut kepada calon petahana KH Samsul Ma'arif.

"Saya bersama Pak Samsul ini sahabat sejak di Pengurus Cabang PMII Jakarta Selatan, dan beliau dari sisi waktu lebih longgar. Beliau juga doktor, sama-sama kader NU maka saya menyerahkan dukungan ke Bapak Samsul Ma'arif," tuturnya.

Dirinya berharap beberapa calon lain agar juga memiliki visi mengedepankan musyawarah daripada voting. "DKI Jakarta di Konferwil ke XX harus memiliki contoh yang baik, membuat tradisi baru, memilih ketua tanfidziyah dengan cara musyawarah mufakat," katanya.

Gus Jazil menegaskan meskipun mundur dari Konferwil, namun tetap akan mengabdi kepada NU, khususnya di DKI Jakarta. "Karena para pendukung saya terus mendorong saya maju dan bisa berkiprah di DKI maka saya menyerahkan nanti kepada siapapun yang terpilih, khususnya Pak Samsul jika terpilih untuk menyerap, mendengarkan aspirasi dari relawan pendukung saya, utamanya PC Jaktim dan MWC Jakpus," katanya.

Ditanya mengenai kemungkinan dirinya dipilih menjadi Rais Syuriyah, Gus Jazil menjawab diplomatis. Menurut dia masih banyak kiai yang lebih pantas untuk menduduki posisi tersebut. "Saya kalau duduk disitu nggak mau, su'ul adab namanya. Masih banyak kiai yang lebih sepuh," urainya.

Konferwil XX PWNU DKI dibuka oleh Ketua PBNU KH Marsyudi Syuhud. Hadir pula Gubernur DKI Anies Baswedan, Wagub DKI Ariza Patria, tokoh betawi yang juga anggota DPR Lulung Lunggana (Haji Lulung), beserta tokoh lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini