Bejat! Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel Sejak 2019, Rumah Digeruduk Warga

Hambali, Okezone · Senin 05 April 2021 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 338 2389772 bejat-ayah-perkosa-anak-tiri-di-tangsel-sejak-2019-rumah-digeruduk-warga-MlmduGCwRD.jpg Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Jun Nurhaida. (Foto: Hambali)

TANGSEL – Dugaan pemerkosaan Bahram Ganda Wijaya (39) terhadap anak tirinya berinisial S (13), viral di media sosial. Pelaku sempat diamuk warga sebelum akhirnya dibawa ke kantor polisi.

Pelaku baru beberapa tahun ini menikahi janda berinisial BE yang ditinggal meninggal suaminya karena sakit sekira 5 tahun lalu. Dari pernikahannya yang lalu, BE dianugerahi 2 orang anak yakni R (16) dan adiknya S (13).

Keempatnya tinggal di Jalan Musyawarah, RT05 RW04, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Sebagai kepala keluarga, pelaku tak memiliki pekerjaan tetap. Tak hanya itu, warga sekitar menyebutnya sebagai orang yang tertutup.

Baca juga: Viral Video Warga Gerebek Ayah Diduga Perkosa Anak Tiri di Ciputat

"Pekerjaannya serabutan. Saya jarang interaksi dekat sama dia, karena ya mungkin karena tertutup orangnya," kata Ketua RT 05, Achmad Sofyan (43), ditemui di kediamannya, Senin (5/4/2021).

Pada Minggu 4 April 2021 malam, kediaman pelaku ramai dikepung warga dan keluarga besar korban. Mereka emosi setelah tahu jika selama ini, S menjadi korban pelampiasan seksual ayah tirinya.

"Saya waktu itu lagi ada pekerjaan di luar, terus saya ditelefon katanya ramai di rumah pelaku. Yang datang itu campur ada dari keluarga korban, ada dari warga juga. Akhirnya saya kordinasi ke RW," sambungnya.

Menurut Sofyan, saat akan dibawa ke Polsek Ciputat, beberapa warga sempat melontarkan bogem mentah ke arah pelaku. Beruntung kejadian itu tak berlangsung lama karena petugas dibantu pengurus lingkungan, berhasil menghalau.

Baca juga: Anggota Linmas Perkosa Gadis Tunawicara di Bekasi, Keluarga Pelaku Ajak Damai

"Dua, tiga kali sempat kena. Namanya warga lagi pada emosi. Saya juga susah menghalau, tapi langsung kita kawal sampai mobil," ucapnya.

Dilanjutkan dia, kasus itu terungkap setelah korban mengadu kepada kakaknya, R. Lalu R menceritakan kembali kepada bibinya berinisial DA (23). Sofyan menduga, ada ancaman yang disampaikan pelaku hingga korban menutup diri atas kejadian tersebut.

"Jadi si korban ini enggak pernah ngomong keluar, karena diancam. Baru ngomong ke kakaknya, terus disampein lagi ke saudaranya (bibi). Baru keluarga besarnya pada tahu, dan rame semalam. Akhirnya terungkaplah kejadian itu," terangnya.

Dikonfirmasi kejadian itu, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Jun Nurhaida Tampubolon mengatakan, pemerkosaan terhadap S telah berlangsung sejak tahun 2019. Ada ancaman yang membuat korban tak mau berterus terang sejak awal.

"Pasti ada ancaman, karena itu kan sudah lama. Dari Maret 2019 lalu. Pelaku sendiri sudah mengakui, bahwa telah ada perbuatan itu (pemerkosaan). Tapi karena hasil visum belum keluar, maka dugaan sementara memang baru pelecehan," katanya ditemui terpisah.

Pelaku terbilang nekat karena menggerayangi tubuh S saat ibu korban masih berada di rumah. "Ibunya ada di rumah, ya kalau untuk kejadiannya enggak tahu. Setelah pengakuan dari bibinya ini baru tahu ada kejadian itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini