Cabuli Cucu Tiri 8 Kali, Kakek di Pademangan Mengaku Ada Bisikan Setan

Yohannes Tobing, Sindonews · Selasa 06 April 2021 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 338 2389902 cabuli-cucu-tiri-8-kali-kakek-di-pademangan-mengaku-ada-bisikan-setan-mN42rsgltO.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Utara mengungkap kasus pencabulan di wilayah Pademangan, Jakarta Utara yang dilakukan seorang kakek berinisial TS (54) kepada cucu tirinya berinisial KO (7) hingga meninggal dunia.

Pelaku mengatakan, aksi bejatnya tersebut sudah terjadi delapan kali dalam kurun waktu dua bulan. Ia melakukan aksi bejatnya itu di kamar mandi kontrakannya saat situasi sedang sepi.

"Sudah delapan kali melakukan, Pak. Saya pakai tangan," ucap TS yang mengakui tindakan cabulnya saat diekspose di Mapolres Metro Jakarta Utara pada Senin (5/4/2021).

Baca Juga:  Oknum Pemuka Agama di Bali Cabuli Perempuan saat Melukat, Status Sulinggih Bodong?

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan, kasus ini bermula dari kepercayaan keluarga kepada TS untuk memomong atau memandikan cucu tirinya KO.

Berawal memandikan korban, membuat TS nafsu hingga memulai melancarkan aksinya berkali kali hingga membuat KO menangis kesakitan saat jadi kebiadaban kakek tirinya tersebut.

Namun, rasa sakit yang dirasakan KO tak membuat TS kasihan atau berhenti melakukan aksinya. Melainkan pria yang berprofesi sebagai buruh panggul tersebut semakin menjadi.

Berdasarkan pengakuan pelaku, dirinya terus mencabuli cucunya meskipun sudah merasakan kesakitan karena ada hawa negatif yang menyelimuti dirinya hingga merasakan kepuasan. "Ada hawa setan, Pak," tutur TS.

Baca Juga:  Diduga Disekap dan Dicabuli, Siswi SMK di Surabaya Laporkan Kepala Sekolah ke Polisi

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan, TS ditangkap pada Selasa 30 Maret 2021 lalu usai sempat melarikan diri ke tempat kerjanya di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Atas perbuatannya, TS dijerat Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dan Pasal 46 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang perbuatan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini