PN Jaktim Gelar Sidang Putusan Sela Habib Rizieq Shihab Hari Ini

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Selasa 06 April 2021 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 338 2390012 pn-jaktim-gelar-sidang-putusan-sela-habib-rizieq-shihab-hari-ini-H7i8zzitRf.jpg Habib Rizieq Shihab (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali menggelar sidang Habib Rizieq Shihab dengan perkara karantina kesehatan di Petamburan dan Megamendung, Bogor, Selasa (6/4/2021).

Sidang hari ini beragendakan putusan sela yang dibacakan mejelis hakim.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal mengatakan, sidang putusan sela direncanakan digelar dengan sistem off line pada pukul 09.00 WIB.

Baca juga: PN Jaktim Gelar Sidang Putusan Sela Kasus Karantina Kesehatan Habib Rizieq 7 April 2021

"Sidangnya tatap muka langsung, tapi kami juga sediakan layanan live streaming. Jadi simpatisan diimbau untuk tidak datang," kata Alex saat dikonfirmasi.

Sidang hari ini, sambung dia, ada tiga perkara yang disidangkan yakni nomor 221, nomor 222 dan nomor 226. Perkara nomor 221 merupakan berkas untuk Rizieq Shihab dalam kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat pada November 2020 lalu saat acara pernikahan anaknya.

Perkara nomor 222 merupakan berkas kasus yang sama dengan terdakwa H. Haris Ubaidillah, H. Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Alias Idrus Al Habsyi, dan Maman Suryadi.

Sementara perkara nomor 226 untuk Rizieq Shihab dalam kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor pada November 2020 lalu.

Baca juga: Sidang Habib Rizieq, PN Timur hingga JPO Dikelilingi Pagar Kawat Berduri

Sebagai informasi jika dalam persidangan ini majelis hakim menolak eksepsi yang disampaikan terdakwa Habib Rizieq Shihab Shihab dan tim kuasa hukumnya sudah dipastikan perkara karantina kesehatan yang menjerat nama mantan pentolan FPI itu dilanjutkan ke tahap pemeriksaan saksi.

Sebelumnya anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menuturkan pihaknya optimis eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU yang disampaikan bakal diterima Majelis Hakim.

Pihaknya optimis eksepsi diterima Majelis Hakim karena merasa membantah dakwaan JPU berdasar fakta dan sesuai asas hukum equality before the law atau kesetaraan di mata hukum.

"Tapi kan itu fakta. Masalah itu opini, itu opini dari mereka (JPU). Yang jelas membuktikan tidak equality before the law dalam proses kasus ini, terutama jaksa tidak mempertimbangkan sama sekali," ujarnya Rabu 31 Maret 2021.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini