Abuya Uci Turtusi Wafat, Santri: Ulama Karismatik Sangat Berpengaruh

Isty Maulidya, Okezone · Selasa 06 April 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 338 2390182 abuya-uci-turtusi-wafat-santri-ulama-karismatik-sangat-berpengaruh-rVXnwI0EaU.jpg Almarhum KH Uci Turtusi atau Abah Uci.(Foto:Instagram)

TANGERANG - Salah satu ulama besar di Tangerang, Abuya KH Uci Turtusi atau yang biasa dikenal dengan Abah Uci Cilongok, meninggal dunia pada Selasa (6/4/2021) pagi.

Kabar meninggalnya ulama karismatik tersebut membuat banyak pihak terkejut, terutama santri dan jamaah pengajiannya.

Salah satu santri Abah Uci, Supian menceritakan, gurunya itu dikenal sebagai sosok berpengaruh di Tangerang, khususnya di wilayah Pasar Kemis. Pengajian yang digelar tiap Minggu, bahkan dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah di provinsi Banten.

Baca Juga: Ulama Tangerang Kyai Uci Turtusi Meninggal Dunia

"Abah itu memang dikenal sebagai ulama berpengaruh, banyak tokoh masyarakat dan ulama lain yang sering sowan untuk minta pendapat beliau. Setiap hari Minggu juga di sini membeludak jamaah," ujar Supian, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga: Ulama Tangerang Abuya Uci Meninggal Dunia karena Sakit

Perihal penyebab meninggalnya Abah Uci, Supian mengaku tidak tahu pasti, karena pengurus pesantren pun belum memberikan keterangan resmi. Namun, menurut kabar yang dia dengar, Abah Uci sempat mengeluh masuk angin setelah menghadiri acara.

"Belum tahu pasti, tapi Abah semalam sempat mengeluh kurang enak badan, masuk angin," jelasnya.

Saat ini, jenazah Abah Uci sudah dimakamkan di komplek pemakaman Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah. Namun, jamaah masih terus berdatangan untuk melaksanakan salat gaib di Masjid Al Istiqlaliyyah.

KH. Uci Thurtusi terlahir di Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah, di Kampung Cilongok, Pasar Kemis, Tangerang, Banten. Almarhum salah satu putra dari Abuya Dimyathi Al-Bantani.

Semenjak kecil, Abuya Uci mulai belajar dari ayahnya di pondok pesantren Al Istiqlaliyah dan langsung diajarkan ayahnya. Tidak hanya menyerap ilmu dari ayahnya, Abuya Uci juga belajar dari 32 guru yang ada di pesantren tersebut selama 32 tahun dalam hidupnya.

Sepeninggalan ayahnya, Abuya Uci langsung memimpin pondok pesantren Al Istiqlaliyah, yang telah berdiri sejak tahun 1957 di kampung Cilongok, Banten, luas sekitar 4,5 hektare.

Setelah sholat Shubuh di hari Minggu, pondok pesantren akan rutin mengadakan majelis akbar yang langsung dipimpin Abuya Uci. Ribuan jemaah kerap memadati dan mengikuti pengajian yang berasal dari berbagai wilayah, termasuk Tangerang, Banten, Bogor, Bekasi hingga Jakarta.

Selain acara rutin mingguan, pondok pesantren Al Istiqlaliyah juga biasa mengadakan maulid Nabi yang akan dihadiri hingga ratusan ribu jemaah dari berbagai wilayah. Namanya tidak hanya di kenal di tanah Jawa saja, Abuya Uci terkenal hingga ke mancanegara seperti Mesir, Yaman, Arab, India, Irak hingga Maroko. Dan jemaah dari negara-negara ini pun kerap datang untuk menghadiri acara yang dipimpin Abuya Uci.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini