Polisi Tangkap 2 Pengedar Tembakau Sintesis

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 06 April 2021 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 338 2390262 polisi-tangkap-2-pengedar-tembakau-sintesis-Kcp1JLujiX.jpg Kapolres Bogor, AKBP Harun saat jumpa pers narkoba (foto: Okezone/Putra RA)

BOGOR - Satnarkoba Polres Bogor menangkap dua pengedar narkotika jenis tembakau sintetis, di wilayah Kabupaten Bogor. Keduanya, mengedarkan tembakau tersebut melalui akun media sosial Instagram.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, kedua tersangka yang masing-masing berinisial RF (20) dan AD (19) itu berhasil dibekuk dari hasil kerjasama cyber patrol dengan Bea Cukai Bogor. Tersangka diketahui membeli tembakau sintetis dari wilayah Makassar melalui akun media sosial Instagram.

"Diawali Bea Cukai Bogor, ada transaksi tembakau sintetis dengan pakai jasa pengiriman barang dari RF dan AD ini memesan melalui akun Instagram dari daerah Makassar," kata Harun, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: PPATK Klaim Ungkap Transaksi Rp23 Triliun dari Jaringan Narkoba

Diketahui tembakau sintetis yang dipesan kedua tersangka dikemas dengan cara diselipkan diantara tumpukan baju, untuk dikirim ke Bogor. Bea Cukai dan polisi berkoordinasi untuk melakukan penangkapan.

"Kita lakukan penangkapan tersangka di rumahnya saat menerima paket ini," jelas Harun.

Baca juga: Bak di Film Action, Penangkapan Kurir Narkoba Diwarnai Berondongan Tembakan

Dari keterangan tersangka, tembakau sintetis yang dipesannya itu akan dijual kembali juga melalui akun Instagram lainnya. Biasanya, pembeli narkotika itu mayoritas dari kaum remaja di wilayah Bogor.

"Keterangan tersangka mereka menjual lagi pakai IG juga. Jadi mereka tawarkan kembali tembakau sintetis itu ke akun IG mereka. Pasarnya biasanya kaum remaja, mahasiswa dan SMA," ungkapnya.

Adapun barang bukti yang didapat dari tangan kedua pelaku yakni tembakau sintetis seberat 590,35 gram. Selain pengedar tembakau sintetis, polisi juga membekuk 8 tersangka lain dalam kasus narkotika jenis sabu dengan barang bukti 110, 89 gram dalam kurun waktu dua pekan terakhir di Kabupaten Bogor.

"Kesepuluh tersangka itu dikenakan Pasal 114 Ayat 1, Pasal 112 Ayat 1 Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara. Denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar," tutup Harun.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini