Ini Tarif Filler Payudara Dokter Gadungan di Jakarta Barat

Dimas Choirul, MNC Media · Selasa 06 April 2021 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 338 2390427 ini-tarif-filler-payudara-dokter-gadungan-di-jakarta-barat-JT45F7jbdh.jpg Polres Metro Jakarta Barat merilis kasus malapraktik filler payudara. (Foto : MNC Portal/Dimas Choirul)

JAKARTA - Polisi telah meringkus SR, dokter gadungan terkait kasus malapraktik filler payudara di Jakarta Barat. Dalam menjalankan bisnisnya itu, SR mematok tarif jutaan rupiah.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan, SR juga memasang promosi tersebut di akun Instagram Beuty Sexi Store.

"Beauty Sexi Store memasang iklan dan menawarkan melakukan filler payudara dengan tarif sekitar Rp5 juta untuk filler sebanyak 500 cc dan Rp3 juta untuk filler sebanyak 250 cc," ujar Ady saat konferensi pers di kantornya, Selasa (6/4/2021).

Lebih lanjut, Ady menjelaskan, akal bulus SR menemukan modus ini bermula pada September 2020. Saat itu ia membeli cairan filler kepada ML secara online. ML juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka SR melakukan pembelian produk berupa cairan silikon tanpa merek. Awalnya itu yang dia lakukan," kata Ady.

Ady membeberkan, SR membeli cairan silikon tersebut dengan harga Rp3,5 juta per liter atau 1000 cc. Kemudian ia jual lagi secara online seharga Rp4,5 juta. "Ada keuntungan Rp 1 juta dan sempat terjual beberapa paket," ujarnya.

Baca Juga : Tersangka Penyuntik Filler Payudara Abal-Abal Incar Model Medsos

Ady menjelaskan SR bertemu dengan LC, orang yang mengajarkan SR menyuntik filler payudara. Dalam waktu singkat, SR kemudian diberikan sertifikat oleh SR.

"Nah sertifikat inilah yang menurut hasil penyelidikan kami itu digunakan untuk bisa membuat korban percaya terkait praktik yang dilakukan oleh tersangka SR," tutur Ady.

Selain mengamankan SR dan ML, polisi menyita barang bukti seperti 298 botol cairan silikon.

Adapun tersangka akan dijerat Pasal 77 UU Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 197 dan atau Pasal 198 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 62 ayat 1 junto Pasal 8 ayat 1 UU Nomor 8 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini