Bahagianya Guru SMKN 15 Jakarta Gelar Pembelajaran Tatap Muka & Bertemu Siswa

Ari Sandita Murti, Sindonews · Rabu 07 April 2021 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 338 2390781 bahagianya-guru-smkn-15-jakarta-gelar-pembelajaran-tatap-muka-bertemu-siswa-VYuTwPUJSL.jpg Guru SMKN 15 Jakarta Dita Arlota (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Raut wajah bahagia tak bisa ditutupi Dita Arlota (26). Guru di SMKN 15 Jakarta itu begitu semangat di hari pertama mengajar dalam masa uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolahnya.

Dia mengatakan bahwa sarana dan prasarana mengajar lebih lengkap saat pembelajaran tatap muka. Meski tengah hamil 7 bulan, Dita menilai, pembelajaran tatap muka akan lebih efektif saat melakukan praktikum karena bisa bertemu dengan siswanya.

"Ini seneng banget ya karena biasanya daring jadi luring, ini prakteknya lebih efektif buat anak SMK. Saya sudah kangen banget, misal nyanyi Indonesia Raya secara langsung, biasanya kan lewat zoom," ujarnya di lokasi, Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka ini dilakukan selama maksimal 4 jam, sejak pukul 07.00-11.00 WIB. Dia sendiri sebagai guru begitu bahagia bisa mengajar secara langsung karena anak SMK itu selain butuh teori, tapi juga butuh praktek secara langsung.

Baca juga: Guru & Tenaga Pendidik SDN 03 Palmerah Sudah Ikuti Vaksinasi

Dita mengatakan, tak semua siswanya miliki laptop sehingga saat pembelajaran tatap muka soal korespondensi atau surat menyurat para siswa bisa praktek langsung di sekolah.

Baca juga: Terlalu Lama Tak Sekolah, Guru Ini Sebut Ada Dua Siswanya yang Nyasar

"Persiapan gura ya materi saja, tapi kan bahan ajarnya, teorinya sudah disampaikan secara daring, sekarang hari ini langsung praktek. Kesempatan masuk ini seneng karena langsung praktek. Prasarana dan sarana lebih lengkap di sekolah," ujarnya.

Di samping itu, dia sebagai guru pun senang karena bisa bertemu langsung dengan murid-muridnya, khususnya kelas 10 yang maru masuk ini. Selama ini, dia hanya bertemu para siswa secara online saja dan banyak anak-anaknya yang tak tahu gurunya.

"Persiapan lainnya cuci tangan, bawa masker lebih dari satu, hand sanitizer, faceshild, dan tetap jarak. Kebetulan sedang mengandung (7 bulan), sudah konsultasi ke dokter, Alhamdulillah sehat dan kuat," katanya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini