Pembelajaran Tatap Muka, Siswa Kelas 10 Mengaku Canggung tapi Senang

Ari Sandita Murti, Sindonews · Rabu 07 April 2021 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 338 2390800 pembelajaran-tatap-muka-siswa-kelas-10-mengaku-canggung-tapi-senang-91nZL1Zwr4.jpg Siswa SMKN 15 Jakarta melakukan pembelajaran tatap muka (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - SMKN 15 Jakarta di Selong, Kebayoran Baru, menjadi salah satu sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) pada hari ini, Rabu (7/4/2021).

Para siswa kelas 10 atau 1 SMK mengaku canggung, tapi sekaligus senang lantaran baru pertama kali menginjakkan kaki di sekolahnya.

Salah seorang siswa, Medina (15) mengatakan bahwa uji coba pembelajaran tatap muka membuatnya pertama kali ke sekolah dan bertemu guru dan teman satu angkatannya.

"Senang bisa ke sekolah lagi, jadi tidak bosen di rumah saja. Tapi memang canggung saja, karena kan ini baru pertama kali juga bertemu sama teman-teman, baru kenalan saja di kelas. Selama ini kan di rumah saja," ujarnya di SMKN 15 Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Remaja asal Bangka itu memastikan bahwa dirinya telah mendapatkan izin dari orangtuanya untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Bahkan, orangtuanya pun menyediakan minyak kayu putih untuknya agar bisa dihirup di sekolah guna menghindari Covid-19.

Baca juga: Bahagianya Guru SMKN 15 Jakarta Gelar Pembelajaran Tatap Muka & Bertemu Siswa

Ibu Medina pun sempat mengingatkan agar putrinya bisa menggunakan minyak kayu putih tersebut guna terhindar dari paparan Covid-19.

Baca juga: Terlalu Lama Tak Sekolah, Guru Ini Sebut Ada Dua Siswanya yang Nyasar

"Persiapan sebelum masuk ke sekolah beli sepatu baru karena yang lama sudah tidak muat, lalu beli dasi dan keperluan sekolah," ujarnya.

Sama halnya dengan Medina, siswa kelas 10 lainnya, Putri menambahkan, dia datang ke sekolah dengan diantarkan oleh ibundanya menggunakan motor. Dia pun sangat senang dan antusias untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Lagi belajar korespondensi, senang bisa sekolah lagi, bisa ketemu teman-teman dan mengobrol bareng meski tetap wajib mematuhi prokes," kata dia.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini