Tren Kasus Covid-19 Terus Turun, Operasional RS Lapangan Bogor Kemungkinan Tidak Dilanjut

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 09 April 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 338 2392038 tren-kasus-covid-19-terus-turun-operasional-rs-lapangan-bogor-kemungkinan-tidak-dilanjut-8lB2Jj3ymV.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BOGOR - Masa operasional Rumah Sakit (RS) Lapangan Kota Bogor yang khusus merawat pasien positif Covid-19 akan berakhir pada 18 April 2021. Pemerintah Kota Bogor memberi sinyal untuk tidak memperpanjang operasional rumah sakit tersebut.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan kemungkinan tidak diperpanjangnya RS Lapangan tersebut karena melihat tren kasus penambahan covid-19 di wilayahnya terus mengalami penurunan.

"Kalau dilihat dari tren kasus harian kan menurun jauh. Rasio keterisian tempat tidur pun turun sekarang kisaran di 25-30 persen jadi jauh dari standar WHO. Jadi kemungkinan kita akan kembali ke rumah sakit. Rumah sakit lapangan kemungkinan tidak akan kita perpanjang," kata Dedie, Jumat (9/4/2021).

Sehingga, jika memang nantinya tidak diperpanjang pasien covid-19 dengan gejala ringan dapat menjalani isolasi mandiri di rumah. Sedangkan, bagi gejala ringan atau berat kembali mendapat perawatan di rumah sakit yang ditunjuk Pemerintah Kota Bogor.

"Kalau gejala ringan kan di rumah juga bisa. Gejala sedang berat boleh lah ke rumah sakit. Tetapi yang pasti kita upayakan dengan vaksin, dengan terus digalakkan, tadi menghindarkan dari kerumunan dan protokol kesehatan ditingkatan itu Insya Allah menurunkan risiko penularan," ungkap Dedie.

Untuk diketahui, hingga pukul 14.00 WIB jumlah pasien covid-19 yang dirawat di RS Lapangan Kota Bogor sebanyak 8 orang dari kapasitas 64 tempat tidur tersedia. Jumlah pasien tersebut terdiri dari 5 warga Kota Bogor dan 3 warga dari luar Bogor.

Baca Juga : Mudik Dilarang, Satgas: Kasus Covid-19 saat Libur Panjang Selalu Meningkat Tajam 

"Semua kategori hijau," kata Humas dan Sekretariat RS Lapangan Kota Bogor Armein Sjuhary Rowi, dalam keterangannya yang diterima MNC Portal.

Sedangkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor bed occupancy rate (BOR) di Kota Bogor sendiri pada pekan ini mencapai angka 30,7 persen. Sebelumnya BOR di Kota Bogor sempat menembus angka 88 persen pada Januari 2021.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini