Ini Panduan Pelaksanaan Ibadah Puasa di Bekasi

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Jum'at 09 April 2021 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 338 2392068 ini-panduan-pelaksanaan-ibadah-puasa-di-bekasi-80E61cFlwi.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi menerbitkan surat edaran terkait panduan pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idul Fitri di masa Pandemi Covid-19. Hal itu dilaksanakan sesuai dengan rangkaian ibadah untuk memenuhi aspek kesehatan di masa pandemi ini.

Hal itu berlaku sejak diterbitkan Surat Edaran Nomor: 451/2922-SETDA.Kessos tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H Dimasa Pandemi Wabah Covid-19 yang disebarkan keseluruh lapisan masyarakat Bekasi untuk dipatuhi tanpa terkecuali.

“Surat edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syari'at Islam dan protokol kesehatan sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi aparatur pemerintah serta masyarakat muslim dari resiko Covid-19,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Adapun panduan beribadah dalam bulan Ramadan yakni, umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau alasan syari lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan sesuai hukum syari'ah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.

Kemudian, sahur dan buka puasa bersama dianjurkan dilakukan di rumah masing- masing bersama keluarga inti tidak perlu sahur on the road atau ifthar Jama'i (buka puasa bersama). Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran.

“Paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan,” ucapnya. Kemudian pengurus masjid atau musholla dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah seperti solat fardhu lima waktu, sholat tarawih dan witir, Tadarus Al Qur'an, dan I'tikaf dengan pembatasan.

Lalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, menjaga jarak aman minimal 60 sentimeter antar jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing. Untuk pengajian, ceramah, taushiyah atau kultum Ramadhan dan kuliah shubuh paling lama dengan durasi waktu 15 Menit.

Peringatan Nuzulul Qur'an di masjid atau musholla dilaksanakan dengan pembatasan jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penenapan prokes secara ketat. Pengurus dan pengelola masjid menunjuk petugas untuk memastikan tetap menerapkan prokes.

Seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk tempat ibadah itu dengan menggunakan masker, menjaga jaruk aman, dan setiap jamaah membawa alat sholat masing-masing. Peringatan Nuzulul Qur'an yang diadakan di dalam maupun di luar gedung wajib memperhatikan prokes secara ketat.

Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat berpuasa. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan prokes dan menghindari kerumunan massa.

Kemudian, Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah atau 2021 dapat dilaksanakan di masjid atau dilapangan terbuka dengan memperhatikan prokes secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing.

Berikutnya, penyelenggaraan kegiatan Ibadah Ramadan seperti halnya Sholat Tarawih dan Sholat Idul Fitri 1442 Hijriyah dapat dilaksanakan bagi wilayah yang dinyatakan zona hijau dan tetap menerapkan protokol kesehatan serta jarak antar jamaah 60 sentimeter dan bagi wilayah yang masih dinyatakan zona kuning boleh dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan lebih ketat, jarak antar jamaah 120 sentimeter.

Terakhir, Kegiatan Silaturrahim atau Halal Bihalal pasca ibadah Sholat Idul Fitri 1442 Hijriyah dapat dilakukan dengan menggunakan media elektronik untuk menghindari adanya kontak fisik dan potensi kerumunan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini