Gubenur Anies Imbau Pengurus Masjid Tetap Disiplin Prokes saat Ramadhan

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Jum'at 09 April 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 338 2392075 gubenur-anies-imbau-pengurus-masjid-tetap-disiplin-prokes-saat-ramadhan-0SQwUyFvyU.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (foto: Sindo)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau para pengurus masjid di Jakarta agar tetap disiplin protokol kesehatan (prokes) jelang Ramadhan. Anies akan menjalankan instruksi Kementerian Agama perihal pembatasan 50% dari kapasitas bangunan saat ibadah shalat tarawih.

"Bagi (pengurus) masjid-masjid di Jakarta, kami menganjurkan untuk digunakan bagi jamaah dari wilayah terkait, sehingga yang berada di masjid itu adalah warga yang relatif saling kenal, untuk kita bisa melakukan pengendalian bila ditemukan ada kasus (COVID-19). Hal ini berguna sekali untuk pencegahan, sehingga dianjurkan hanya digunakan oleh masyarakat di sekitar," ujar Anies dalam rilisnya, Jumat (9/4/2021).

Baca juga:  Wali Kota Tangerang Larang Sahur on the Road dan Takbir Keliling saat Ramadhan

Anies mengatakan, adapun tujuan utama dalam pendisiplinan untuk pengendalian potensi kasus baru Covid-19. Selain itu, dapat memudahkan satgas untuk melakukan tracing di lokasi.

Anies juga mengajak masyarakat untuk jaga keselamatan dan perlindungan sesama warga dari penularan dengan tetap bisa menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

"Karena itulah, penggunaan tempat ibadat masjid untuk aktivitas ibadah harus dijalankan dengan menaati protokol kesehatan tapi hindari kerumunan, hindari buka masker. Jadi, prinsipnya seperti itu," jelasnya.

 Baca juga: Wali Kota Depok Larang Kegiatan Buka Puasa Bersama

Anies juga membahas perihal kegiatan tadarus selepas shalat tarawih. Anies pun menganjurkan kepada masyarakat agar tadarus dilakukan di rumah saja.

Adapun tujuannya tak lain untuk menjaga resiko penularan yang dapat meningkatkan potensi penambahan kasus aktif di Ibukota.

"Sebetulnya, bukan pada tadarusnya (yang dilarang), tapi jangan buka maskernya. Jadi, aktivitas beribadah sesungguhnya tetap bisa dijalankan yang penting tidak melanggar protokol kesehatan," tutupnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini