Pedagang Pasar Kambing Tanah Abang Berjualan di Lapak Sementara Usai Kebakaran

Antara, · Jum'at 09 April 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 338 2392140 pedagang-pasar-kambing-tanah-abang-berjualan-di-lapak-sementara-usai-kebakaran-SVGBYP6ify.jpg Pedagang Pasar Kambing Tanah Abang berjualan di lapak sementara. (Foto: Antara)

JAKARTA - Belasan pedagang di Pasar Kebon Melati, Jalan Sabeni Raya, RT 1 RW 12 atau yang biasa dikenal sebagai Pasar Kambing sudah kembali berjualan di lapak sementara, usai kebakaran yang melanda pada Kamis (8/4) sore sekitar pukul 16.50 WIB.

Salah satu pedagang sayuran, Ulung (41) menjajakan dagangannya seperti kangkung, bayam dan kemangi di lapak sementara.

"Ini sementara ya di sini dulu. Ini juga terpal dipinjam sama teman. Ya mulai lagi dari nol," kata Ulung saat ditemui di Pasar Kebon Melati, Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Pedagang lainnya, Wawan (32), berjualan tahu, tauge dan tempe, di pinggir Jalan Sabeni Raya. Sebelumnya, ia dan kedua bosnya berjualan di lapak tengah Pasar Kebon Melati.

Baca juga: Pasca Pasar Kambing Tanah Abang Terbakar, Pedagang Hewan Qurban dan Aqiqah Kembali Berjualan

Wawan pun menceritakan saat kebakaran terjadi, ia baru saja membuka kios dan menata barang dagangan. Padahal, setidaknya ia menghabiskan modal hingga Rp5 juta untuk berdagang tahu dan tempe.

Kerugian itu belum termasuk kios dua lantai, tempat ia bernaung dan bermalam, berikut isinya seperti kulkas dan televisi, yang juga ikut dilahap si jago merah.

"Tidak sempat bawa apa-apa. Hanya kaus yang saya pakai sekarang. Soalnya itu kios kontrakan dua lantai lumayan, ada kulkas juga. Semua habis terbakar," kata Wawan.

Baca juga: Cegah Kebakaran, Gubernur Anies: Cabut Kabel saat Selesai Pakai Peralatan Listrik

Wawan dan bosnya yang sudah berdagang puluhan tahun ini pun kini berjualan dengan peralatan seadanya, seperti peti telor ayam yang dipinjam dari pedagang lain.

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PD Pasar Jaya selalu pengelola pasar dapat segera melakukan penataan ulang agar pedagang dapat kembali berjualan secara normal.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini