Razia Salon Plus-Plus, Kondom dan Sejumlah Wanita Muda Diamankan Petugas

Hambali, Okezone · Sabtu 10 April 2021 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 338 2392628 razia-salon-plus-plus-kondom-dan-sejumlah-wanita-muda-diamankan-petugas-y53ck7DXx0.jpg Sejumlah wanita muda diamankan petugas Satpol PP dari salan plus-plus (Foto : Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Sebuah salon kecantikan di Jalan Raya Jombang, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), digerebek petugas Satpol PP. Lokasi itu ternyata menyediakan jasa esek-esek kepada pelanggan yang datang.

Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan keberadaan salon plus-plus itu. Saat didatangi petugas, pemiliknya tak lagi bisa mengelak. Barang bukti berupa kondom dalam kemasan ditemukan berserakan di sudut ruang kamar.

"Saat kita gerebek, ada banyak alat kontrasepsi yang kita dapatkan serta 4 perempuan yang kita duga sebagai pekerja seks komersial di salon itu," terang Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Alfachry.

Menurut Muksin, dari luar salon itu terlihat seperti salon pada umumnya. Tamu yang datang pun kebanyakan pria muda. Kecurigaan warga mencuat, lantaran beberapa perempuan seksi sering terlihat beraktivitas di salon tersebut.

"Informasi dari warga akhirnya kita tindaklanjuti, dan ternyata benar seperti itu," ucapnya.

Para PSK di salon itu menawarkan praktik esek-esek dengan cara memesan pelayanan secara online. Bisa dikatakan, para tamu yang datang adalah mereka yang telah lebih dulu bertransaksi menggunakan aplikasi tertentu.

"Mereka sistemnya transaksi melalui aplikasi online. Saat kita gerebek, memang belum ada pria pelanggan yang kita amankan," tukasnya.

Baca Juga : Update Banjir Bandang di NTT dan NTB : 174 Meninggal & 48 Hilang

PSK yang diamankan masih berusia muda. Dijadwalkan pada Senin 12 April 2021, pemilik akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kegiatan usahanya yang dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

"Senin kita panggil. Jelasnya pelanggaran itu tertera pada Pasal 40 dan 41," ujar Muksin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini