2 Muncikari Prostitusi Online Ditangkap di Apartemen Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 12 April 2021 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 338 2393147 2-muncikari-prostitusi-online-ditangkap-di-apartemen-bogor-S7OhltlsA0.jpg Polresta Bogor Kota menangkap dua muncikari prostitusi online (Foto: Putra R)

BOGOR - Jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota mengamankan dua muncikari prostitusi online di sebuah apartemen di Kota Bogor, Jawa Barat. Mirisnya, salah satu muncikari merupakan wanita masih berusia 17 tahun.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Dhoni Ermawanto mengatakan kedua muncikari tersebut masing-masing berinisial DAP (17) dan FY (20). Keduanya ditangkap polisi di sebuah kamar apartemen di Kota Bogor beberapa waktu lalu.

"Pelaku ditangkap di apartemen," kata Dhoni, di Pusdikzi TNI AD Kota Bogor, Senin (12/4/2021).

Baca Juga:  Razia Salon Plus-Plus, Kondom dan Sejumlah Wanita Muda Diamankan Petugas

Tersangka DAP bertugas menawarkan wanita kepada pria hidung belang melalui media sosial Facebook dan Whatsapp. Ketika sudah mendapat pelanggan, DAP menyewa kamar apartemen kepada FY.

"Sekali kencan ditarif Rp700 ribu. Rp500 ribu untuk wanitanya dan Rp200 ribu untuk muncikari," jelasnya.

Adapun tiga wanita yang menjadi korban praktik prostitusi itu salah satunya juga masih di bawah umur. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan handphone.

"Kita kenakan Pasal 2 Jo Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp600 juta," ungkap Dhoni.

Saat ini, polisi masih terus melakukan penyidikan terkait kasus prostitusi tersebut. Termasuk ada tidaknya keterlibatan dari pengelola apartemen.

"Kami masih lakukan pemeriksaan karena belum lama kita tangkap. Untuk apartemennya kita akan mintai keterangan untuk mendalami seberapa jauh keterlibatan pihak apartemen," tambahnya.

Baca Juga:  Bongkar Prostitusi Online Melibatkan Wanita Uzbekistan di Bali, Polisi Tangkap Muncikari

Sementara itu, tersangka FY mengaku menyewa kamar tersebut sebesar Rp150 ribu per hari kepada pemiliknya. Satu bulan, dirinya bisa mengantongi keuntungan dari bisnis itu sekitar Rp3 juta.

"Rp150 ribu sehari (sewa kamar apartemen). Seminggu (pelanggan) di bawah 10 orang," ucap FY.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini