Perjuangkan Hak, Petugas Damkar Depok Bongkar Dugaan Korupsi di Tempatnya Bekerja

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 13 April 2021 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 338 2393683 perjuangkan-hak-petugas-damkar-depok-bongkar-dugaan-korupsi-di-tempatnya-bekerja-MU0ENrhhUU.jpg Sandi menenteng poster protes adanya dugaan praktik korupsi (Foto: Media sosial)

DEPOK - Sandi, seorang pegawai di Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Jawa Barat berusaha membongkar dugaan korupsi di tempatnya bekerja. Dengan berani, ia berpose sambil membawa poster.

Poster tersebut bertuliskan “Pak Presiden Jokowi Tolong Usut Tindak Pidana Korupsi Dinas Pemadam Kebakaran Depok #StopKorupsiDamkar.” Aksinya itu viral di media sosial.

Baca Juga:  Usut Dugaan Kasus Korupsi, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Diperiksa Kejagung

Sandi mengungkapkan, sarana dan prasarana yang diterima petugas Damkar tidak sesuai spesifikasi. Padahal, dalam melaksanakan tugas dirinya berhadapan dengan bencana.

“Kalau untuk motif saya hanya memperjuangkan hak dan memang apa adanya kenyataan fakta di lapangan,” ujarnya seperti dikutip dari Sindonews, Selasa (13/4/2021). 

Menurut dia, yang dimaksud peralatan tidak sesuai spesifikasi misalnya selang air. Selang tersebut disebut nilainya jutaan rupiah. “Tapi, hanya beberapa tekanan saja sudah jebol. Untuk pengadaan barang Damkar hampir semua tidak sesuai spek yang kita terima, tapi kita dituntut bekerja 100 persen dan barang-barang yang kita terima itu tidak 100 persen,” ungkapnya.

Dia menduga ada penggelapan dana lain. Dia mengaku pernah menandatangani bukti penerimaan uang sebesar Rp1,8 juta, namun yang diterima hanya separuhnya. “Hanya menerima Rp850 ribu. Waktu itu dana untuk nyemprot disinfektan. Kemarin-kemarin kita disuruh nyemprot segala macam,” ucapnya.

Untuk honor bulanan yang diterima, dia mengaku ada potongan sebesar Rp200 ribu. Honor yang diterima seharusnya Rp3,4 juta. “Honor kita tanda tangan Rp3,4 juta tapi dipotong Rp200 ribu. Katanya untuk BPJS, sedangkan BPJS pemerintah sudah ada anggarannya. Alasan pejabat kan nggak ada anggarannya,” ujar Sandi.

Baca Juga:  Buronan KPK Samin Tan Ditangkap, Tangannya Diborgol!

Komandan Regu DPKP Posko Wali Kota Depok Leo mengatakan, foto itu diambil Sandi sekitar dua hari lalu. Sandi melakukannya sendiri. “Kalau peristiwa poster itu (protes) kalau tidak salah dua hari lalu. Dia melakukan sendiri, mungkin tidak ada kepuasan sama pimpinan,” ujar Leo.

Sementara, Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Depok Gandara Budiana mengaku belum mengetahui hal tersebut. “Saya belum tahu ya. Nanti akan saya tanya pada kabidnya,” ucapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini