Masjid Tak Sediakan Makanan Buka dan Sahur, Wagub Minta Warga Buka di Rumah

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 13 April 2021 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 338 2393712 masjid-tak-sediakan-puasa-dan-sahur-wagub-minta-warga-buka-di-rumah-zkUYLd4JXm.jpg Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto : Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza), meminta warga tidak menggelar buka puasa atau sahur di masjid selama Ramadan 1442 Hijriah.

Menurut Ariza, kegiatan tersebut dapat memicu penyebaran Covid-19. Karena ketika cara buka puasa atau sahur berlangsung, pengunjung melepas masker mereka.

Oleh sebab itu, Ariza meminta masyarakat untuk buka puasa di rumah masing-masing.

"Masjid kan sudah tidak lagi menyediakan buka puasa dan sahur di masjid-masid. Silakan bukan dan sahur di rumah masing-masing, di resto rumah itu dipersilakan," kata Ariza di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Sebagaimana diketahui, dalam Surat Keputusan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Nomor 313 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Dinas Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 281 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pemabatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro pada Sektor Usaha Pariwiata, disebutkan penyelenggaraan buka puasa bersama di restoran dan rumah makan diperbolehkan.

Adapun syarat buka puasa bersama di tempat-tempat ini adalah pembatasan pengunjung tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas ruangan.

Baca Juga : Anies Ingatkan Warga Jakarta Kisah Perang Uhud, Ada Apa?

Acara ini juga dibatasi hingga pukul 22.30 WIB, resto atau rumah makan boleh beroperasi lagi pukul 02.00 hingga 04.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencari sahur.

Baca Juga : Jokowi : Selamat Datang Ramadhan, Semoga Negeri Ini Dijauhkan dari Penyakit dan Bencana

"Prinsipnya semua harus dilaksanakan sesuai ketentuan dari SK Kadispar (Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)," tuturnya.

Kemudian untuk kegiatan peribadatan di masjid selama ramadan tahun ini, lanjut Ariza, pihaknya tetap memberikan izin seperti pelaksanaan shplat tarawih, tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari Covid-19.

"Sekalipun diperbolehkan kita melaksanakan ibadah di masa pandemi, namun mohon diperhatikan kapasitasnya sesuai dengan ketentuan yaitu 50 persen," tutur Ariza.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini