Anak Buah Anies Pamer Angkot AC dengan Pintu Otomatis dan Smart Navigation

Bima Setiyadi, Koran SI · Rabu 14 April 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 338 2394532 anak-buah-anies-pamer-angkot-ac-dengan-pintu-otomatis-dan-smart-navigation-o0vP8sd78e.jpg Angkot Mikro Trans dengan fasilitas ber-AC dipamerkan Dishub DKI.(Foto:Instagram)

JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengecek armada bus kecil Mikro Trans dari Koperasi Wahana Kalpika (KWK). Meski berfasilitas Air Conditioner (AC), namun kendaraan pengganti angkot tersebut tetap posisi duduknya saling berhadapan.

Hal itu terlihat dari Sejumlah foto angkot Mikro Trans yang dibagikan akun Instagram @dishubdkijakarta, Rabu (14/4/2021).

Angkot tersebut Berkelir putih dengan bangku saling berhadapan. Dibagian pintu tertulis otomatis dan ada keterangan lampu trayek tertulis dibagian belakang, depan dan samping.

Baca Juga: Pemprov DKI Belum Siapkan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta, Dishub: Masih Menunggu Aturan Pusat

"Armada Bus Kecil MikroTrans baru dari Koperasi KWK," seperti dikutip dalam akun instagram tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan, Syafrin Liputo bersama Bidang Angkutan Jalan mengecek armada yang disiapkan untuk Mikro Trans Jaklingko. (14/04/2021). Sayangnya, akun tersebut tidak menjelaskan jenis dan berapa jumlah mikro trans yang akan dioperasikan sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: 50 Bus di DKI Antar Jemput Siswa Selama Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Cek Rutenya!

"Fasilitas AC, pintu otomatis, dan smart navigation serta standard terbaru sudah dilengkapi untuk menunjang mobilisasi masyarakat," lanjut tulisan itum

Salah satu standar pelayanan Minimum (SPM) yang tertuang dalam peraturan Menteri Perhubungan No 29 Tahun 2015 itu memang harus berfasilitas AC.

Untuk itu ada beberapa operator pada 2019 yang berinisiatif menyediakan armada tersebut dan mau mengujicobakannya sambil mengetahui respons masyarakat serta biaya operasional yang dikeluarkan.

Dalam ujicoba pada 2019 lalu, mereka masih menggunakan sistem rupiah per kilometer yang berlaku bagi armada angkutan lama. Nantinya, apabila Angkot ber AC tersebut sudah mendapatkan biaya operasional dan respon positif masyarakat, tarif rupiah per kilometer akan disesuaikan..

Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan menuturkan, sejak dikeluarkannya permenhub, pihaknya bersama seluruh anggota Organda, khususnya pengusaha mikrolet berupaya memenuhi peraturan tersebut dengan melakukan survei diberbagai sektor. Baik sisi operasional hingga kenyamanan, kemanan dan kemudahan pengguna dalam bermobilitas.

Hasilnya, lanjut Shafruhan, pada awal 2017 disepakati bahwa pengganti mikrolet adalah kendaaran jenis mini bus yang modelnya seperti Avanza, xenia dan sebagainya dengan kapasitas sekitar tujuh orang. Sehingga, tidak ada lagi penumpang yang duduk berhadapan.

"Kalau duduk berhadapan itu tidak nyaman, apalagi penumpang perempuan. Untuk meningkatkan pelayanan itu kan kualitas bukan kuantitas," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini